Pelantikan Gub Kepri Wako Batam

TANGKAPAN BPOM BATAM 400 ITEM PRODUK KOSMETIK PEMILIKNYA MASIH MISTERIUS

TANGKAPAN BPOM BATAM 400 ITEM PRODUK KOSMETIK PEMILIKNYA MASIH MISTERIUS

0 87

Batam, detikglobalnews.com  –  Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini dari narasumber terpercaya bahwa telah terjadi penggeladahan/penangkapan di duga produk kosmetik ilegal yang dilakukan oleh BPOM Batam beberapa waktu yang lalu, lokasi di Komplek Executive Centre Kelurahan Sungai Panas kecamatan Batam Kota patut dipertanyakan.

Yosep saat itu selaku Kepala BPOM Batam ketika dikonfirmasi media ini menjelaskan, saya sekarang sudah bertugas di Sumsel, namun perkembangan terakhir telah dilakukan pemeriksaan saksi2 pegawai, karena semua pegawainya baru, 3 bulan bekerja bahkan ada yang belum sampai 3 bulan, dan mereka tidak kenal dengan siapa pemilik barang, penyidik masih berupaya mendalami dan mencari pemilik barangnya, terangnya.

Lalu media ini mempertanyakan posisi barang nya diaman kan dimana bang ?

Yosep menjawab, Kalau Barang bukti ( BB) ada dalam penguasaan BPOM Batam, karena telah kami mintakan penetapan geledah sita kepada pengadilan negeri Batam, cetusnya.

“Namun untuk lebih jelasnya bisa langsung berkomunikasi dengan Kasi penindakan BPOM Batam ya…siapa tahu ada progres terbaru bang, pesan singkat yang dikirim melalui WhatsAppnya pada media ini.

Kemudian media ini mencoba mendatangi Kantor BPOM Batam dan bertemu Bapak Bagus selaku kepala Badan POM dan didampingi Kasi Penindakan yaitu Bapak Angga menjelaskan Bahwa kami melakukan penindakan di Kawasan Komplek Execitive Centre Kelurahan Seipanas Kecamatan Batam Kota yaitu pada tahun 2019 lalu, apa yang telah  dijelaskan Bapak Yosep memang benar dan hingga saat ini prosesnya masih berjalan dan pemeriksaan saksi – saksi sudah kita lakukan sampai saat ini kita belum menemukan siapa yang bertanggung jawab pemilik barang – barang tersebut dan belum ada penetapan tersangka, jelasnya pada hari Kamis tanggal 28 Januari 2021 sekitar pukul 09.00 Wib.

Angga menambahkan, Kemudian barang – barang yang kami temukan disana kita lakukan penyitaan,  jadi kemarin itu produk kosmetik – kosmetik itu yang kami sita itu tidak memiliki izin edar dari Balai Badan POM dan hal ini menyalahi undang – undang kesehatan tahun 2009, tidak memilik izin edar di ancam pidana 15 tahun penjara dan memang produknya berasal dari luar negeri kebanyakan dari Tiongkok dan Cina dan barang – barang tersebut telah kami amankan.

“Kalau umtuk jumlah produknya ada 400 item dan ratusan ribu jumlah kemasan, nominalnya sudah cukup lumayan besar juga,  lebih dari satu Milyar dan jenis – jenis produknya ada bedak dan macam – macam jenisnya yang datangnya dari luar” ungkapnya.

“Proses hukumnya yaitu tergantung kelengkapan dari perkara – perkara tersebut dan kita menetapkan tersangka itu tidak bisa cuma dari satu alat bukti saja, untuk menetapkan tersangka minimal ada dua alat bukti di antaranya keterangan saksi petunjuk surat dan lain – lain dan itu tergantung kelengkapannya” ungkapnya lagi.

Masih kata Angga, Jadi kalau memang misalnya kita belum memiliki kelengkapan itu kita tidak berani untuk mengatakan lebih lanjut tersangka.Jadi kalau ditanya berapa lama biasanya sampai kadaluarsa  dan masih lama dan sekarang masih proses.

“Kalau sesuai ketentuannya kami sudah melakukan proses hukum nih dan ada beberapa hal diantaranya tersangkanya misalnya meninggal dunia  atau tidak cukup bukti dan lain – lain ada beberapa hal. Jadi kita juga tidak bisa menentukan berapa lama dan nanti juga keputusannya tergantung atau berdasarkan gelar perkara oleh kami dan Kejaksaan serta Kepolisian.

“Jadi kalau kita memberhentikan begitu saja tanpa ada bukti – bukti yang kuat untuk memberhentikan perkara ini kita juga nanti yang di salahkan ngapain harus dihentikan” cetusnya.

Kata Angga lagi, Kalau batas waktunya tidak ada, mungkin yang ada itu kalau perkara itu sudah kadaluarsa baru bisa dihentikan, namun sebelum kadaluarsa kalau memang ada keputusan dari pemilik dari kejaksaan dan kepolisian.Bisa dikatakan perkara itu kadaluarsa tergantung tuntutannya , ada perhitungannya  misalkan 15 tahun itu berapa tahun itu bisa dihentikan setelah kadaluarsa atau sebelum kadaluarsa ada perhitungannya tergantung ancaman pidananya, ungkapnya lagi.

“Ancamannya sesuai  pasal 197 Undang – Undang Kesehatan Tahun 2009 ancaman pidananya 15 tahun, jadi walaupun sebenarnya bukan sesuai jumlah barangnya walaupun banyak atau sedikit tapi apabila lengkap unsur – unsur itu dilanggar sama saja ancamannya, tutupnya.

Luar biasa ternyata jenis produk kosmestik  sebanyak 400 item yang berasal dari luar negeri diduga ilegal bisa leluasa masuk ke Batam dan pemiliknya hingga saat ini masih misterius,  lalu  mampukah aparat penegak hukum dan BPOM Batam maupun pihak Bea Cukai Batam nantinya mengungkap siapa pemilik sebenarnya ? (ms/red)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.