Sekda Kabupaten Asahan Akui Rumitnya Perizinan Pengaruhi Daya Saing UMKM

Sekda Kabupaten Asahan Akui Rumitnya Perizinan Pengaruhi Daya Saing UMKM

0 29

Kisaran, detikglobalnews.com  – Produk UMKM di Asahan untuk menembus pasar global selalu terkandala oleh rumitnya prizinan dan kualitas produk.

Penguraian itu disampaikan oleh Sekda Kabupaten Asahan,Jhon Hardi Nasution,pada sosialisasi Program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) 2024 Komoditas Pertanian Dalam Rangka Mensukseskan Pembangunan Pertanian Dalam Wilayah Layanan Karantina Tanjungbalai- Asahan.

Sekda Kabupaten Asahan mengatakan,Pemerintah Kabupaten Asahan, menyampaikan terima kasih atas edukasi yang diberikan kepada masyarakat pelaku usaha dan UMKM tentang gerakan tiga kali lipat ekspor Kabupaten Asahan.

Hal ini sangat bersinergi dengan visi misi dan program Bupati Asahan,lanjutnya, pada penjabaran poin 2, 3 dan 4 yakni, Meningkatkan kerjasama intensif dengan pelaku usaha dan kelompok masyarakat, meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi serta menciptakan iklim yang kondusif dan kemudahan investasi bagi pengembangan usaha dalam menciptakan lapangan kerja.

Pemerintah dan lembaga terkait harus mengedukasi pelaku usaha dan UMKM agar dapat bersaing dan memasuki pasar ekspor atau pasar global.Ditambahkan, tidak bisa dipungkiri, masih sulitnya bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk bisa menembus pasar global.

Diakuinya,rumitnya perizinan menyebabkan kualitas produk yang belum berdaya saing. Oleh sebab itu diharapkan para pemangku kepentingan duduk bersama memecahkan permasalahan yang dihadapi para pelaku usaha dan UMKM untuk bisa menembus pasar.

Bupati Asahan yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan Drs John Hardi Nasution MSi membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks) 2024 Komoditas Pertanian Dalam Rangka Mensukseskan Pembangunan Pertanian Dalam Wilayah Layanan Karantina Tanjungbalai-Asahan.

Kepala Karantina Pertanian Tanjungbalai-Asahan Edward Syam SP MM pada sambutannya mengatakan, Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian berkomitmen dalam memfasilitasi serta mendorong akselerasi ekspor komoditas pertanian di Indonesia dengan berkoordinasi dan bekerjasama dengan Instansi Terkait baik dari Pemerintah Daerah, Dinas-dinas yang membidangi pertanian, perkebunan dan perdagangan serta instansi lain lingkup Kementerian Pertanian.

Edward berharap Gerakan ini mampu meningkatkan ekspor komoditas pertanian melalui upaya penguatan aktivitas produksi (on farm) maupun aktivitas pasca produksi (off farm). Kemudian mendorong pengusaha dan pelaku usaha pertanian untuk melipat gandakan produksi, dan para eksportir didorong pula agar melipat gandakan lalu lintas ekspor komoditas pertanian menjadi tiga kali lipat sampai 2024.

“Gratieks merupakan langkah strategis program jangka panjang dalam meningkatkan sisi produksi hingga 7 % per tahun, sekaligus merealisasikan arahan Presiden dan Mentan dalam mendorong roda ekonomi nasional,” ucapnya.

Ditambahkannya, gerakan ini akan berhasil jika semua pemangku kepentingan pembangunan pertanian menyatu dalam satu tekad dan aksi dari hulu sampai hilir sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.

Sementara Karantina Pertanian akan terus berperan dan berupaya meningkatkan pelayanan melalui pemberian pelayanan yang prima dalam memperlancar proses ekspor sesuai kewenangan yang diberikan kepada Karantina Pertanian khususnya dalam pemeriksaan produk dan penerbitan Sertifikat Kesehatan (Phyitosanitary Certificate).

Selanjutnya diuraikan, berdasarkan data Kantor Karantina Pertanian Tanjungbalai- Asahan ada 5 produk eksport unggulan di wilayah Kabupaten Batubara, Kabupaten Asahan, Kota Tanjungbalai, dan Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Komoditas ekspor tersebut antara lain adalah minyak sawit dan turunannya, kelapa parut, sapu lidi, buah pisang dan domba.

Kelima komoditas ekspor tersebut mengalami kenaikan yang signifikan di tahun 2021 ini, dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami yakin, masih banyak komoditas pertanian lain yang bisa kita gali potensinya untuk menjadi komoditas ekspor, khususnya di wilayah Kabupaten Asahan ini. Melalui acara ini hendaknya dapat membuka wawasan kita untuk bisa menggali lebih banyak lagi potensi-potensi ekspor komoditas pertanian yang ada di sekitar kita. Tentunya untuk menyukseskan Program Gratieks ini, kami membutuhkan dukungan semua pihak baik itu Pemerintah Daerah dalam hal ini Instansi-instansi terkait, swasta, eksportir, pihak yang terkait dalam operasional di pelabuhan, serta stakeholder lainnya untuk terus mendorong dan memfasilitasi meningkatkan ekspor komoditas pertanian,”papar Kepala Karantina Pertanian itu.

Pada kegiatan ini Kepala Karantina Pertanian Tanjungbalai Asahan dan Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan saling memberikan plakat yang disaksikan oleh KPPBC Kuala Tanjung, KSOP Tanjung Balai Asahan, Kepala BPS Kabupaten Asahan, Pelindo Tanjung Balai, Mewakili Dandim 0208/Asahan, Mewakili Kapolres Asahan, Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Asahan, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Asahan, pelaku usaha dan tamu undangan lainnya.Kegiatan dilaksanakan di an ula Hotel Marina Kisaran, Selasa (08/06/2021) kemarin.(Rusli E Sitorus)

Leave A Reply

Your email address will not be published.