Masyarakat Batam mengeluhkan Isi Tabung Gas 3 Kg Dibawah Isi Volume Yang Standar

142

BATAM-Detik Global News.com—Batam—Masyarakat Batam sangat resah dengan pelayanan pihak Pertamina akhir akhir ini, disinyalir tabung gas 3 Kg tidak sesuai dengan ukuran volume standar, warga merasa dalam penggunaan satu tabung gas biasanya 2 minggu — tiga minggu, tergantung cara pemakaian, tetapi akhir akhir ini paling lama 10 hari kadang tidak sampai.

Keluhan dari beberapa warga Batam yang dikutip oleh awak media ini terkait resahnya atas pelayanan SPBE, Pertamina diantaranya :

Miston warga baloi kolam mengeluh pada awak media ini, “ sekarang aneh isi tabung gas LPG ini, gitu kita pasangselang regulator, isinya hanya separoh, dan tidak sampai dalam seminggu gas sudah habis, kita sudah pernah tukar ke pihak pangkalan, hasilnya sama saja, kita sudah coba timbang, beratnya tidak sampai 8 Kg, tetapi hanya 7,5-7,6 beratnya berpariasi

Tumorang warga Melcem membenarkan pengalaman yang sama seperti pengalaman Miston, Pakpahan warga Tiban Lama juga membenarkan seperti pengalaman Tumorang dan Miston, Kamer warga punggur juga berpengalaman yang sama.

Tiga minggu yang lalu tepat Tanggal 18/04 seperti yang sudah diberitakan media ini sebelumnya, warga Tiban Kampung menangkap pihak agen penyalur gas ketika menemukan adanya plat yang dilas sisi kiri dan kanan tabung gas 3 kg lalu dicat warna hijau,masyarakat merasa adanya dugaan tindakan pembodohan sehingga warga sempat menahan sopirmobil cery warna merah BP 8427 DF dengan tabung LPG penuh milik PT.TRI Ananda Tirta Abadi, (TAPA) dan salah seorang kernet dan kemudian di serahkan pada polsek Sekupang.

Pada hari itu juga tanggal 18/04 Polsek Sekupang menerima laporan dari 2 orang warga tiban lama berinisial PM dan SMJK untuk melaporkan kejadian perkara / peristiwa dugaan Tindak Pindana“UU MIGAS “dengan Nomor :STPL/ 307 / lV / 2016 / KEPRI / BRL / SKP.

Sebelum warga menyerahkan sopir dan barang bukti ke Polsek, Ningsih maneger PT.Tri Ananda Tirta Abadi memohon pada awak media ini melalui telpon genggamnyasaat warga menahan mobil dan sopirnya berharap perlindungan dari awak media untuk penyelamatan sopir dan mobilnya dari kerumunan warga dan memohon jangan sampai warga menyerahkan masalah ini keranah hukum.

“ Saya mengucapkanterimakasih secara pribadi pada abang telah menyelamatkan sopir saya hingga tidak terjadi apa apa, kedua saya juga mau ucapkan terimakasih atas nama perusahaan pada abang, yang ketiga permasalahan ini kita akan selesaikan secara terpelajar.

Saya juga minta tolong pada abang, agar didata dulu warga yang komflin itu,tinggalnya di RT berapa dan berapa nomor HP nya. Supaya saya bisa undang warga untuk di pertemukan dengan pertamina dan SPBE,untuk di jelaskan pada warga terkait masalah ini.Perusahaan kami hanya distributor sebagai pemasaran produk mereka.Kalaupun warga mengalami keluhan terkait isi tabung gas bersubsidi adanya temuan tidak sesuai lagi dengan isinya ,hendaknya di laporkan pada Pertamina.

Supaya mereka yang menjelaskan kepada warga, karena itu tanggung jawab SPBE, kami hanya distributor pemasaran produk mereka. Jadi kalau warga mau complain jangan sama agen, itu salah alamat tapi ke PSBE Pertamina.Jelas Ningsih memohon sambil berdalih.

Kibar meneger exsekutip pertamina menjelaskan menjawab komfirmasi awak media ini melalui pesan singkat pada Tanggal 19/04, “Memang betul pak, bahwa kebijakan penambahan plat balancer dari Pertamina untuk tabung-tabung LPG 3 Kg yang berat kosongnya kurang dari 4,95 Kg, sehingga dengan penambahan plat blancer ditabung tersebut berat kosongnya menjadi setandar kembali yaitu 5 Kg.

Masih lanjut Kibar plat ada 3 macam, ada yang 50 gram, ada 100 gram, dan 150 gram pemasangan maksimal 200 gram, apabila dipasang plat tersebut dan berat tabung kosong masih belum standar maka tabung tersebut tidak layak lagi untuk diedarkan. Untuk selanjutnya bisa menghubungi Humas pertamina Bu Erika. Jelas Kibar

Riski sales eksekutip SPBEmenjelaskan pada awak media ini dipolsek Sekupang Pada tanggal 18/04 malam , seperti apa yang sudah di jelasankan oleh Kibar diatas, dan Riski menjelaskan bahwa harga tabung gas LPG 3 Kg dari pertamina ke Agen (distributor) Rp 120 ribu, jadi kalau agen menjual tabung ke pangkalan Rp 200 ribu, itu mungkin sudah ikut dengan harga gas nya.

Riski juga menjelaskan pada Tim media ini saat dikomfirmasi ulang pada Tanggal 02/05 melalui ponselnya, “ Komfirmasi apa lagi pak, masalah ini sudah selesai, kalau masalah harga tabung gas LPG 3Kg dari pertamina ke agen, itu rahasia perusahaan, (Tetapi karena tim media ini mengatakan bahwa ini subsidi dari pemerintah) Riski mengaku bahwa harga dari pertamina Rp 130 ribu. Jelas Riski berbeda dengan penjelasan di Polsek.

IPDA Buhedi Kanit Reskrim Polsek Sekupang menjelaskan pada awak media ini, kita dari Polsek Sekupang tidak bisa menemukan dimana titik kesalahan mereka, kita juga tidak bisa menahan lama lama karena kita tidak cukup bukti, jadi kemarin sore kita sudah melepaskan mobil agen tersebut.Jelas Kanit Polsek Sekupang (NGL)