Komjen Pol Tito Karnavian: Polisi Dianggap Kafir Harbi Karena Terdepan Dalam Perang Lawan Teroris!

127

SURAKARTA,Detik Global News.com — Kepala BNPT yang juga calon Kapolri, Komjen Pol Tito Karnavian mengungkapkan bahwa sudah sejak lama anggota polisi menjadi target dan incaran pelaku terorisme. Kasus bom bunuh diri di Maporestabes Solo menunjukan bahwa target kelompok terorisme belum berubah.

“Iya, memang dia mau menarget polisi,” ujarnya.

Mantan Kepala Densus 88 Antiteror itu mengungkapkan, sejak memerangi teroris, anggota polisi memang menjadi target incaran dari para pelaku teror. Menurutnya, penyebab jaringan terorisme mengincar polisi karena aparat Kepolisian RI yang selama ini berada pada posisi paling depan dalam memerangi teroris.

Malah, aparat Kepolisian dianggap oleh kelompok teroris itu sebagai Kafir Ha‎rbi, atau pihak yang boleh diperangi dan dianggap halal darahnya.

“Karena kepolisian diangap kafir harbi (kafir yang boleh diperangi), kafir yang memerangi mereka,” tegas Komjen Pol Tito Karnavian kepada wartawan pada acara open house Panglima TNI di Balai Sudirman, Rabu (08/07/2016).

Karenanya itu, Komjen Pol Tito Karnavian mengungkapkan bahwa peningkatan tindakan teroris lebih mentargetkan aparat kepolisian. Sebab, siapapun yang memerangi pelaku teror menjadi target prioritas teroris.

“Meskipun sesama Muslim,” tegas Komjen Pol Tito.

Teror yang terjadi di Mapolresta Solo pada Selasa (05/07/2016), diketahui dilakukan oleh Nur Rohman. Tersangka meledakan bom yang dibawanya, dan meninggal di tempat, serta melukai petugas Provost Polresta Solo Brigadir Bambang.

Menurut Komjen Pol Tito Karnavian, Nur Rohman tak terkait langsung dengan kelompok Bahrun Naim yang merencanakan serangan ke Thamrin pada Januari 2016. “Dia lebih ke serangan saat Natal dan tahun baru, tapi berhasil kita gagalkan. Delapan tertangkap, tapi cuma satu ini (Nur Rohman) yang lolos,” ujarnya.

Nur Rohman, sempat lari ke berbagai tempat di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dilakukan pengejaran sampai ke Jawa Barat, dan tiba-tiba muncul, kemarin.

Diungkapkan, tersangka bom Mapolresta Surakarta diketahui pernah terlibat dalam Jamaah Anshar Khilafah Daulah Nusantara (JAKDN). Selain itu, tersangka juga pernah ikut dalam gerakan kelompok Arif Hidayatullah di Bekasi.

Kelompok JAKDN ini sendiri terindikasi kuat tergabung dengan jaringan ISIS di Timur Tengah.

Sumber : Tribratanews.com