Pelantikan Gub Kepri Wako Batam

Kejaksaan Negeri Gunungsitoli Tahan 2 Orang Oknum PNS Yang Terduga Kasus Penipuan

Kejaksaan Negeri Gunungsitoli Tahan 2 Orang Oknum PNS Yang Terduga Kasus Penipuan

0 27

Gunungsitoli , detikglobalnews.com – Salah seorang insial ECG (33), oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkup Pemerintahan Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara dan seorang lainnya berinisial YG (42) warga Desa Togideu, Kecamatan Sirombu, yang ditahan pihak Kejaksaan Negeri Gunungsitoli sejak 20 Januari 2021 lalu dalam perkara kasus dugaan penipuan dan penggelapan, telah mulai disidangkan.Kedua tersangka hingga saat ini dititipkan pihak Kejaksaan dirumah tahanan polisi (RTP) Polres Nias.

Terungkapnya kasus dugaan penipuan tersebut berdasarkan laporan Yudistina Harefa di Polres Nias pada bulan Januari 2020 lalu, ECG dan yang sebelumnya ditetapkan polisi sebagai tersangka karena diduga kuat telah melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan yang merugikan pelapor hingga ratusan juta rupiah.

Dikonfirmasi wartawan kepada kepala seksi tindak pidana umum (Kasipidum) Kejari Gunungsitoli, Jumat (19/2/2021) menyebut bahwa perkara tersebut telah dua kali disidangkan dan para tersangka masih dititipkan di RTP Polres Nias.

“Sudah dua (2) kali digelar sidang atas perkara tersebut, minggu depan sidang pemeriksaan saksi, dan pihak Kejaksaan telah menyampaikan status salah seorang tersangka kepada atasannya yang merupakan PNS di Kabupaten Nias Barat” demikian dikatakan Kasipidum Kejari Gunungsitoli kepada wartawan.

Untuk diketahui, awalnya korban dijanjikan 2 paket pekerjaan (proyek) dari anggaran provinsi, diantaranya bernilai Rp 3,9 miliar dan Rp 3,4 miliar dengan lokasi pekerjaan; ruas jalan provinsi di Kecamatan Afulu, Nias Utara. Saat itu korban percaya dan yakin kepada ECG karena mengaku dibantu oleh oknum anggota dewan provinsi sumatera utara (tak disebut namanya) untuk mendapatkan proyek tersebut. Sehingga, ketika tersangka ECG meminta korban menyerahkan sejumlah uang untuk keperluan uang muka, pertama sekali senilai  100 juta rupiah pada bulan Agustus 2019 dan kedua kalinya pada bulan September 2019 sebesar 100 juta.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat pasal pidana “Penipuan dan atau penggelapan”, sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 dan atau pasal 372 Jo Pasal 55 dari KUHPidana.

 

Penulis : Feliks war

Leave A Reply

Your email address will not be published.