KABID HUMAS DAN INVESTIGASI DPC LPK MADINA MINTA GUBERNUR DAN BUPATI TINJAU AREAL PERBATASAN SUMUT-SUMBAR

152

MADINA, DETIK GLOBALNEWS.com Dengan adanya pembukaan lahan plasma di daerah perbatasan antara wilayah Sumut-Sumbar perlu di adakan peninjauan lokasi tersebut, dalam hal ini diminta kepada Gubernur Sumatera Utara Ir.H.Tengku Erry Nuradi M.Si dan Bupati Mandailing natal Drs.H.Dahlan Hasan Nasution untuk menanggapi hal ini.

Pasal nya setelah Kabid Humas dan Investigasi DPC.LPK Madina Parlaungan S.Juanda Siregar meninjau areal pembukaan lahan Plama Air Bangis tersebut, pada (05/12) dan ( 05/01) karena diduga areal tersebut masih ada terkait lahan wilayah Kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara.

Parlaungan S.Juanda siregar menyampai kan hal ini kepada Detik Global News.com pada jum’at (20/01) saat melakukan bincang-bincang di salah satu tempat perkumpulan awak media di Kelurahan Simpang gambir di kecamatan Lingga Bayu.

Berdasarkan pembukaan lahan plasma Air Bangis yang di kerjakan oleh PT.RFAP dan DIMAS MOTOR di lapangan sesuai hasil investigasi yang di lakukan di lapangan di duga masih ada nya terkait lahan tersebut masuk di wilayah Sumatera utara karena daerah ini kan termasuk daerah perbatasan antar propinsi.

Ini sesuai dengan keterangan PETA Potografi milik Angkatan Darat (AD) yang di perbaharui pada tahun 1985-1986 tentang tapal batas Propinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat, jadi dalam hal pembukaan lahan di maksut berat dugaan bahwa lahan tersebut masih ada terkait
lahan wilayah propinsi Sumatera Utara Kabupaten Madina. Dan kalau memang demikian kenapa yang membuka lahan di sana cuma pihak Air Bangis Pasaman Barat Sumbar saja yang melakukan pembukaan lahan tersebut.

Parlaungan juga mengatakan kalau melihat situasi kondisi di lapangan tidak ada nya di temukan tanda-tanda tapal batas yang buat berupa Pilar yang di buat pihak Dinas Pertanahan (BPN) baik dari BPN propinsi juga pihak BPN Madina
dan kalau hal ini dibiar kan maka berat dugaan daerah Kabupaten Madina Sumatera Utara akan kegilangan lahan paling sedikit nya 1.500 Ha di daerah perbatasan Sumut Sumbar.(Msn)