BERKEDOK PANTI PIJAT DI NAGOYA & JODOH TIDAK TERSENTUH

142

BATAM,DETIK GLOBAL NEWS.com — Berkembangnya usaha panti pijat di sejumlah titik di wilayah Nagoya dan  Jodoh terlihat tumbuh begitu pesat.Di setiap deretan ruko pasti selalu di temukan tempat panti pijat, biasanya di penuhi para pekerja wanita berpakaian seksi,tentu penampilan seperti itu semata-mata untuk daya tarik kepada setiap tamu/pelanggan kaum laki-laki   agar tergiur dan tertarik melakukan massage.

Maraknya jumlah usaha tempat massage di Nagoya dan Jodoh sering di salahgunakan para pekerjanya, dan hal ini tidak luput adanya dukungan dari para pemilik usaha massage tersebut, serta lemahnya pengawasan dari  pemerintah setempat(RT/RW), Lurah ,Camat ,Dinas BPM serta aparat penegak hukum maupun lembaga perlindungan perempuan, sehingga izin uasaha massage kerap di salahgunakan menjadi tempat prostitusi.

Beberapa waktu yang lalu awak media ini mencoba mendatangi kantor Camat Lubuk Baja guna konfirmasi  keberadaan massage tersebut berapa jumlah yang terdata yang memiliki izin  dan bagaimana sistem pengawasan jam operasional buka tutupnya.Kedatangan awak media ini tidak membuahkan hasil, salah seorang pegawai di kantor kecamatan mengatakan Bapak tidak di kantor, ungkapnya.

Dari penelusuran awak media ini di beberapa lokasi tempat massage di Nagoya dan Jodoh para pekerja wanita sering melontarkan perkataan ” mau massage ya…mas, pasti tidak akan kecewa, tergantung harganya cocok pasti puas, dengan gaya dan rayunya.

Sementara di daerah Batu Aji, tempat massage degan gencar-gencarnya di perangi oleh camat, Dinas BPM serta di bantu Sappol PP mengelar razia penertiban yang tidak memilki izin hingga melakukan penyegelan tempat massage tersebut.

Sangat di sayangkan penertiban izin  tempat massage  yang rentan dengan tempat prostitusi tidak dilakukan secara menyeluruh, pada hal dari komisi I DPRD kota Batam yang membidangi hukum mengintruksikan agar pemerintah kota Batam melakukan  peninjauan kembali tentang perijian massage yang selama ini banyak di salahgunakan para pemilik massage tersebut.

Akhirrudin Sekjen DPP LSM KAT dan HAM (Komite Anti Trafficking dan Hak Azasi Manusia) mengatakan, Saya minta kepada Walikota Batam agar segera turun langsung untuk gelar razia ke tempat-tempat  massage khususnya daerah  Nagoya dan Jodoh, karena di tempat inilah sarang tempat massage yang tidak tersentuh oleh siapapun,ucapnya.

Kami dari Lembaga LSM KAT dan HAM (Komite Anti Trafficking dan Hak Azasi Manusia) sangat mengharapkan peranan penegak hukum,khususnya Kapolda Kepri agar senantiasa meningkatkan pengawasan jam beroperasi massage, dimana para pengusaha maupun pekerjanya sewaktu-waktu menyalahgunakan  izin tersebut menjadi tempat prostitusi.

Tentu perbuatan seperti ini sudah melanggar undang-undang No 21 tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang (trafficking) ungkapnya lagi.(rs)