ANWAR MALIK : DISNAKER KOTA BATAM DIMINTA ADIL MENANGANI PERSOALAN DI PT PROFAB INDONESIA.

169

BATAM-Detik Global News.com,Seorang karyawan PT.PROFAB INDONESIA,mencoba mendatangi kantor Disnaker kota Batam untuk mencari keadilan atas musibah yang dialaminya.Dia merasa haknya diabaikan pihak perusahaan tentang perlakuan kontrak kerja yang dinilai melakukan pembodohan selama ini,tidak berpihak kepada para pekerja selama bertahun-tahun.Salah satu pekerja mengalami kecelakaan dan harus menjalani rawat jalan,tiba-tiba PT PROFAB INDONESIA melakukan pemutusan hubungan kerja dengan dalih “kontrak kerja berakhir”Dengan adanya surat pemutusan kontrak kerja yang di berikan PT PRAFAB INDONESIA ,dia mencoba melaporkan peristiwa ini kekantor Disnaker kota Batam,ternyata harapan dia tidak membuahkan hasil dan membenarkan apa yang di lakukan PT PROFAB INDONESIA,sudah prosedur sesuai dengan UU No 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

Anwar Malik menuturkan (11/2/2016) awal saya bekerja di PT.PROFAB INDONESIA pada tanggal 19-10-2013,dimana saya menanda tangani kontrak kerja 1 (pertama ) selama 3 bulan,yang mana selama saya bekerja selalu mengikuti aturan perusahaan dan kontrak kerja berakhir 18 Desember 2013.Setelah berakhirnya kontrak kerja pertama saya disambung lagi dengan kontrak kerja ke 2 ( kedua) selama 3 bulan dan berakhir sampai tanggal 18-03-2014.

Berakhirnya kontrak kerja 2 (kedua) pada tanggal  18-03-2014,kemudian di lakukan penyambungan kontrak kerja 3( ketiga) atas arahan PT.PROFAB Indonesia  melalui Supplay ( PT. DIP ENGINEERING ) selama 1 bulan,dan berakhir pada tanggal 18-04-2014.setelah  itu saya disambung lagi dengan kontrak yang keempat  selama 3 bulan di PT.PROFAB  INDONESIA yang berakhir pada tanggal 18 juli 2014.Dengan berakhirnya kontrak kerja keempat,pihak  perusahaan menyambung lagi kontrak kerja saya selama 3 bulan lagi,dimana ini sudah kontrak kerja kelima saya bekerja di PT.PROFAB INDONESIA,yang mana kontrak yang kelima ini berakhir pada tanggal 18 Oktober 2014.

Pada tanggal 18 Oktober 2014 kontrak kelima saya habis,pada tanggal tersebut pula pihak perusahaan menyambung lagi kontrak saya selama 1(satu) bulan melalui Supplay ( PT. KUPRATAMA SARANA MANDIRI ) atas permintaan dan rekomendasi PT.PROFAB INDONESIA,Dimana kontrak kerja keenam akan berakhir pada tanggal 18 April 2015.Lalu pihak pihak PT PROFAB INDONESIA memperpanjang  kontrak kerja yang ketujuh selama 6 bulan dan berakhir sampai tanggal 18 April 2015.

Pada tanggal 18 April 2015 kontrak kerja ketujuh akan berakhir lalu pihak perusahaan menyambung kontrak kerja saya selama 6 bulan,dimana ini sudah kontrak kerja ke 8 (delapan) saya bekerja di PT.PROFAB INDONESIA.Selama kontrak kerja ke 8(delapan) saya mengalami  kecelakaan kerja yang mengakibatkan tulang kaki saya patah.

Adapun duduk permasalahannya adalah sebagai berikut : Pada Tanggal 25 Mei 2015 terjadi kecelakaan kerja  sekitar  jam 16.30 wib di PT.PROFAB INDONESIA, pada lokasi Yard 2 saat itu saya melakukan pekerjaan pemindahan material.Saat itu terjadi kecelakaan yang menimpa kaki saya dimana material yang berbentuk besi H Bim tersangkut pada sling jatuh pas di kaki saya.Sesudah saya tertimpa sama material tersebut,kawan-kawan sesama kerja saya membantu untuk mengangkat material dari atas kaki saya.Sehingga pihak perusahaan yang diwakili oleh safety membawa saya ke rumah sakit Ellisabeth untuk perobatan,ternyata pihak rumah sakit Ellisabeth tidak sanggup untuk menangani luka di kaki saya,sehingga pihak rumah sakit Ellisabeth merujuk ke rumah sakit Awal Bros.

Setelah di rumah sakit Awal Bros kaki saya di Ronsen untuk melihat luka di kaki saya dan ternyata dari hasil ronsen terlihat tulang kaki patah.Oleh karena itu pihak rumah sakit Awal Bros melakukan tindakan Operasi untuk menyambung tulang kaki saya yang patah,dimana dalam operasi tersebut kaki saya di operasi dalam,untuk penyambungan tulang kaki yang patah dan dilalukan  pemberian Pen pada tulang kaki saya yang patah dan biaya pengobatan di tanggung oleh pihak perusahaan.Luka bekas operasi itu sampai sekarang belum sembuh total (Tahap Pengobatan),namun pihak perusahaan telah melakukan Pemutusan kontrak Kerja  saya.

Tanggal 3-2-2016 saya membuat pengaduan kekantor Disnaker kota Batam,Bapak Bukti Rantau mengatakan “PT PROFAB INDONESIA,sama sekali tidak menyalahi undang-undang ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003,karena biaya perobatan sudah di tanggung pihak perusahaan.Kalau terkait pemutusan hubungan kontrak kerja dan biaya santunan tidak mampu bekerja itu tidak ada di atur di dalam undang-undang ketenagakerjaan.Menurut saya apa yang di lakukan PT PROFAB INDONESIA ,terkait pemutusan kontrak kerja tidak ada hubungannya dengan kecelakaan yang Bapak alami,kata pejabat Disnaker kota Batam kepada saya.

Sesuai Kepres RI No. 22 Tahun 1993 tentang penyakit yang timbul karena hubungan kerja mengatur hak pekerja bila menderita penyakit karena hubungan kerja, yakni mendapat jaminan kecelakaan kerja baik pada saat masih dalam hubungan kerja maupun setelah hubungan kerja berakhir (paling lama 3 tahun sejak hubungan kerja berakhir)Jumlah jaminan kecelakaan kerja yang dibayarkan terdiri dari: (1)-pengangkutan dari tempat kejadian ke Rumah Sakit yang terdekat atau ke rumahnya;(2) pemeriksaan, pengobatan dan atau perawatan di Rumah Sakit;Selain itu juga diberikan santunan berupa uang yang terdiri dari: santunan sementara tidak mampu bekerja sebagai pengganti upah;atau,santunan cacat sebagian untuk selama-lamanya;atau,santunan cacat total untuk selama-lamanya.SS/Red