AMAT TANTOSO : IZIN HOTEL LENGKAP, MENGAPA ADA SURAT PERINGATAN

166

BATAM, DETIK GLOBAL NEWS.com – Konfrensi pers yang di lakukan Amat Tantoso bersama awak media serta LSM hari Jumat (9/12/2016) di Sari Jaya Hotel Nagoya menuai polemik di tengah — tengah para jurnalis di kota Batam.Tentu ini berawal terjadinya penangkapan dua oknum wartawan media Online oleh tim saber pungli Polda Kepri atas dugaan terjadinya pemerasan kepada salah seorang pengusaha ternama di kota Batam.

Amat Tantoso mengatakan awalnya saya tidak punya niat untuk melaporkan berinisial PN & SG pada aparat penegak hukum,karena hotel saya di jadikan sorotan di media online seakan —akan bangunan tersebut tidak memiliki IMB.

“ Ini lah bukti — bukti maupun foto kopy dokemen/surat — surat hotel saya, sambil memperlihatkan satu persatu kepada para awak media & LSM. Saya sudah katakan terkait izin hotel semua nya sudah lengkap dan saya pastikan tidak ada pelanggaran izin, ucapnya.

Hanya saja dalam pertemuan yang berlangsung di Sari Jaya Hotel dengan bapak Amat Tantoso bersama awak media & LSM, beliau tidak bersedia memberikan foto kopy dokumen yang di miliki nya menyangkut hotel kuning tersebut.

Berbeda dengan pernyataan Dohar pegawai BPM-PTSP Pemko Batam beberapa hari yang lalu telah di temui sejumlah LSM & awak media di ruang kerjanya, ketika wawancara langsung beliau mengatakan “ terkait hotel kuning Walikota Batam sudah sidak langsung ke lokasi, dan kita sudah pernah berikan surat peringatan pertama,saya tanyakan dulu pimpinan saya sudah sampai dimana prosesnya.

“ Terkait dokumen hotel tersebut hari ini saya tidak bisa buka fail nya, karena  untuk memberikan sesuatu data harus ada persetujuan pimpinan, kalau kata pimpinan bisa di berikan data yang di minta teman —teman LSM & awak media besok akan saya berikan “ ucapnya.

Salah seorang arsitek berinisial ES, lulusan Fakultas ITB (13/12/2016) saat di konfirmasi media ini mengatakan “ kalau di dilihat dari fatwa fanalogi nya kemungkinan yang di langgar bangunan hotel kuning tersebut antara lain :
1 .Garis Sepadan Bangunan (GSB)
2. Kenyamanan persiapan terhadap sirkulasi mobil pemadam kebakaran terutama di belakang hotel.
3. Estetika yang mana dekat dengan perumahan sehingga tertutupi oleh bangunan — bangunan tinggi.
4. serta Luas area parkir yang tidak sesuai dengan jumlah kamar hotel.

Estetika itu ada bangunan di perkotaan contoh untuk daerah Hang Nadim bangunan kita 7 lantai, karena ada estetika nya daerah lending pesawat.Sesudah itu ada namanya sirkulasi udara jadi bangunan — bangunan di sini perumahan, tetapi perumahan itu kita lihat tertutup oleh bangunan tinggi , itu namanya melanggar estetika.

Tentu seorang arsitek harus paham dan hafal untuk mendesain bangunan perumahan maupun perhotelan, mana timur mana barat, kalau pun ada perubahan gimana IMB bisa di terbitkan,ucapnya.

Edis Manurung ketua Aliansi Insan Pers Batam (AIPB) mengatakan (14/12/2016) “ kita sangat prihatin mendengar kan kejadian ini dimana dua oknum wartawan tertangkap tangan oleh tim saber pungli Polda Kepri dugaan pemerasan kepada pemilik hotel kuning.

Mengapa hal ini bisa terjadi tentu ada sebab dan akibat nya.Kami sangat menghargai kinerja aparat penegakan hukum, tetapi kami berharap kepada Pemko Batam khususnya Dinas BPM-PTSP agar membuka data tentang kebenaran perizinan hotel kuning agar semua nya transparan kapan di lakukan perubahan izin bangunan nya dan siapa pejabat yang menandatangani nya.

Kami bukan menyalah kan pemilik hotel yaitu bapak Amat Tantoso, kami ingin memastikan bagaimana izin tersebut bisa di terbitkan di kantor Dinas BPM-PTSP kota Batam. Apakah benar sudah melalui prosedur, kami ingin tahu proses pengurusan perubahan dokumen tersebut, sehingga pemilik hotel menyatakan izin nya lengkap dan memastikan tidak ada pelanggaran terkait bangunan hotel kuning tersebut, ucapnya.(rs)