WALI MURID PANIK & TAKUT”OPERASI TANGKAP TANGAN SMPN 10 BATAM KOTA”

Batam, Detik Global News.com – Peristiwa Operasi Tangkap Tangan (OTT)di SMPN 10  Batam Kota oleh aparat penegak hukum telah membuat sebagian orang murid panik dan merasa ketakutan, pasalnya mereka khawatir di jadikan sebagai saksi saat di lakukan pengembangan maupun di persidangan nantinya.

“Terus terang mendengar kejadian ini siapa yang tidak panik dan takut ketika pihak penegak hukum nantinya menelusuri dari mana sumber uangnya, mau tidak mau nama – nama orang tua murid sebagai pemberi uang kepada pihak komite sekolah di SMPN 10 Batam Kota bisa saja di panggil untuk memberikan keterangan ” kata berinisial YG pada media ini.

Dia menambahkan, awalnya saya tidak menyangka ada biaya pungutan, karena saat anak saya tidak lulus di seleksi pengumuman penerimaan murid baru, istri saya langsung menghubungi salah seorang yang bisa di katakan berpengaruh di Kota Batam, dan kemudian menyarankan kami untuk menemui seseorang yang tidak jauh dari lokasi sekolah.

” Pesan sms nya masih kami simpan, dan melalui itulah anak kami bisa di terima di SMPN 10 Batam Kota ” Kata berinisial YG pada media ini.

Berinisial YG menceritakan pada media ini bahwa awalnya tidak punya niat sedikit pun untuk memberikan uang kepada komite sekolah, tetapi karena tuntutan anak ingin sekolah di SMPN 10 Batam Kota kebetulan jarak rumah dengan sekolah di perkirakan hanya 100 Meter mau tidak mau bagaimana pun caranya harus kita lakukan agar anak bisa masuk sekolah.

“Dugaan saya praktek seperti ini bukan hanya terjadi di SMPN 10 Batam Kota saja, dan ini bukan sesuatu yang di rahasiakan lagi selama ini, coba di telusuri kesekolah – sekolah lain pasti daya tampung murid di setiap sekolah tidak sesuai lagi dengan ketentuan quota dari Dinas pendidikan Kota Batam ” ungkapnya pada media ini.

Harapan kita kedepannya agar Dinas pendidikan Kota Batam lebih mengutamakan anak – anak yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah serta lebih transparan dan tidak melakukan pembohongan jumlah quota/daya tampung sekolah,  pada kenyataannya bisa menampung siswa lebih banyak lagi tanpa melakukan pembangunan ruang kelas baru.

” Kejadian ini sudah mencoreng nama baik dunia pendidikan di Kota Batam, sebagai orang tua murid apapun akan di lakukan demi masa depan anak – anaknya” tutupnya.(SS)

 

 

Detik Video