RENCANA KENAIKAN TARIF LISTRIK PERLU DILAKUKAN AUDIT

BATAM,DETIKGLOBALNEWS.COM – Masyarakat kota Batam mulai resah akibat rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) oleh perusahaan Bright PLN Batam sebesar 15 % tentu menuai polemik ditengah – tengah kehidupan masyarakat, apalagi menyikapi dan melihat lesu nya kondisi ekonomi Batam saat ini.

Rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) oleh pihak Bright PLN Batam menjadi perbincangan hangat di tengah – tengah masyakat kota Batam, khususnya para ibu – ibu rumah tangga, salah satunya Lenni yang berdomisi di Sungai Panas (17/09/2017) mengatakan, terkait rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) sebesar 15 % perlu dilakukan audit oleh lembaga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk membuktikan bahwa Bright PLN Batam itu selama ini benar –
benar mengalami kerugian.

“ Jika tarif dasar listrik mau dinaikan sebesar 15 % menurut saya tunggu ada dulu hasil audit dari BPKP dan diumumkan secara transparan baik itu melalui media cetak dan electronic “ pintanya.

Masih kata dia, selama ini Bright PLN Batam di sebut – sebut mampu memberikan konpensasi 10 % kepada setiap pelanggan yang mengalami dampak pemadaman listrik dalam waktu tertentu, berdasarkan terbitnya Perwako Nomor 57 Tahun 2013, dan yang baru- baru ini telah diambil alih oleh Propinsi Kepri menjadi Pergub Nomor 38 Tahun 2015 tentang mutu dan tingkat pelayanan listrik.Lalu kenapa Bright PLN Batam selama ini tidak pernah mengajukan surat penolakan/pembatalan Perwako & Pergub jika selama ini mengalami kerugian, malah kok tiba – tiba Bright PLN Batam mau menaikan tarif dasar listrik, ini sangat aneh, ucapnya lagi.

Sementara Bakti Panggabean pada hari Jumat (15/09/2017) saat dikonfirmasi media ini melalui ponsel genggam selulernya menjawab, maaf…pak saya sedang rapat, ucapnya singkat.(ss)

Detik Video

BANNER