Rakor dan Diskusi Publik Pemerintah , Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia

Batam, Detik Global News.com (13 April 2018 ) – Rakor ini yang dihadiri oleh Menteri Perekonomian, Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Gubernur BI, Gubernur Kepri, Walikota Batam yang di wakili Oleh Wakil Walikota dan Kepala BP Batam. Selanjutnya pada hari yang sama diadakan Diskusi Publik yang bertempat di Ballroom Hotel Raddison Batam Centre dengan Thema Pengembangan Industri Berorierntasi Ekspor melalui Perluasan Akses Pasar dan Optimalisasi Kawasan Industri sebagai Moderator adalah Bapak Lukita Dinarsyah Tuwo. Dari hasil Rakor tersebut yang disampaika oleh Gubernur BI dalam Diskusi Publik adalah Kebijakan utama guna mempercepat industri dalam pengembangan beroreintasi export ada 4 hal.
1. Pengembangan kawasan secara menyeluruh didukung insentif yang memadai dan infrastruktur berkualitas.
2. SDM yang mampu mengimbangi aplikasi teknologi dan inovasi di Manufacturing.
3. Perluasan akses pasar yang melalui perjanjian perdagangan.
4. Kerterkaitan industri domestik dengan rantai Nilai Global (Global Value Chain).

Begitu juga dengan Menko Perekonomian memaparkan bahwa pada Tahun 2017 di kwartal 3 telah terjadi perubahan pertumbuhan Ekonomi Dunia yang mulai membaik maka pemerintah fokus pada perubahan Kebijakan yang berorientasi Ekspor melalui 3 Pilar :
1. Evaluasi ulang Perizinan dengan menghasilkan :
a. Izin Investasi
b. Izin Usaha
c. Izin Komersial
2. Pemberian Insentif yaitu :
a. Tax Holiday
b. Tax a Loan
c. Tax Dediction
3. Kualitas SDM dengan Kebijakan dan Insentif untuk pendidikan dan pelatihan Fokasi yang dinamakan Super Deduction.

Selain itu juga ada Infrastruktur Industri yang mencakup : Kawasan Industri, Kawasan Ekonomi Khusu dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional. Ketiga kawasan inilah yang mendapatkan fasilitas dan Insentif.

Dalam hal ini Menko Perekonomian menyatakan bahwa Batam akan di transpormasikan ke Kawasan Ekonomi Khusus dengan alasan bahwa fasilitas yang dimiliki lebih baik dan mampu mengundang industri2 yang memiliki teknologi tinggi yang dapat bersaing secara international. Diluar Batam sudah ada yang menjadi KEK yaitu Bintan, Karimun, Galang Batang, Galang Baru dan Tanjung Sauh yang akan dilakukan percepatannya dengan melalui Zona. Maka disamping itu juga Menko Perekonomian mengatakan BP Batam akan dibuat juga sebagai Badan pengelolaan Kawasan Ekonomi Khusus dengan Dewan Kawasan yang dikepalai oleh Gubernur. Yang Pada akhirnya BP Batam akan berubah menjadi Badan Pengelolaan Kawasan EKonomi Khusus.

Begitu Pula pemaparan oleh Menteri Perdagangan menyatakan pendelegasian untuk perijinan yang ada di Batam akan di berikan kepada Bapak Lukita. Serta lebih fokus kepada pengembangan Pangsa Pasar melalui kerja sama yang dilakukan baik Hub ungan Bilaterar maupun secara keorganisasian perdagangan.
(SS)

Detik Video