PELAKU EKSEKUSI MOBIL DI PANGGIL POLISI KETIKA HENDAK DI LAPORKAN

Batam, Detik Global News.com –  Tindakan eksekusi mobil mewah yang di lakukan oleh PT. BINTANG DIRO JAYA (selaku penerima kuasa) dari PT. BCA FINANCE sempat membuat ibu Purwaningsih (Selaku Debitur) kaget saat tidak melihat kenderaannya lagi berada di tempat parkiran semula.

“Saya kaget tiba – tiba mobil saya hilang, katanya ada mobil derek yang membawanya” katanya pada awak media ini.

Purwaningsih menambahkan dengan kejadian tersebut saya langsung mendatangi kantor Polsek Batu Ampar guna membuat laporan Polisi terkait dugaan telah terjadinya pencurian atau perampasan satu unit mobil merk SUZUKI ERTIGA di daerah Sungai Jodoh Kota Batam.

“Awalnya saya sangat mengapresiasi sikap dan kinerja pihak kepolisian Polsek Batu Ampar yang begitu sigap memanggil PT. BINTANG DIRO JAYA (selaku penerima kuasa) untuk di lakukan mediasi, pada kenyataannya sesuai hasil pembicaraan di ruang Kanit Reskrim Polsek Batu Ampar tidak teralisasi bahkan saat saya hendak membuat laporan Polisi tidak kunjung di terima dengan alasan harus membawa Surat Perjanjian Kontrak” ungkapnya pada awak  media ini.

“Kunci kontak mobil dan Foto Copy STNK masih ada saya pegang, bahkan surat tanda serah terima barang tidak ada di berikan untuk di tanda tangani ”cetusnya.

Ibu Purwaningsih mengakui bahwa diri nya sudah melakukan pembayaran angsuran ke- 18, dimana angsuran ke-19 terjadi keterlambatan pembayaran cicilan kredit kepada PT. BCA FINANCE akibat kondisi ekonomi yang kurang membaik.

“Saya ingin tahu bagaimana sebenarnya aturan/kaidah hukum tentang perkreditan yang berlaku di Indonesia, apakah jika konsumen terlambat melakukan pembayaran bisa di eksekusi begitu saja hanya bermodalkan surat tugas & surat foto FIDUSIA yang di buat Notaris RR. ERNI YULI HANDAYANI.SH berkedudukan di Banten sementara Debutir beralamat di Jodoh Kota Batam” tanya ibu Purwaningsih.

Sementara Hendri selaku kepala penagihan PT. FINANCE saat di mintai keterangan nya di Polsek Batu Ampar menjelaskan bahwa sebelum surat peringatan pertama  terbit eksternal kita sudah melakukan kunjungan ketempat kunsumen beberapa kali sebelum di lakukan eksekusi.

“Benar mobil itu adalah mobil bekas istilahnya mobil seken tahun yang lalu, harusnya ibu ini sudah menyelesaikan kewajibannya sebanyak 23 kali,  sampai saat ini ibu itu masih menyelesaikan angsuran pembayaran 18 kali ” kata Hendri (30/08/2018)

Hendri menambahkan, kita sebelumnya sudah kasih masukan kalau ibu tidak sanggup bayar sebaiknya di jual saja dari pada ibu di kejar kejar oleh kita, dan kita datang kerumah ibu itu untuk menagih angsuran terasa tidak enak.

“Saat kami hendak melakukan eksekusi kami sudah menyediakan dokumen kelengkapan – kelengkapan nya antara lain : surat kuasa ada, history paimannya, history alamat terus spesifikasi kenderaan, kita lampirkan bukti acara serah terima kenderaan di tambah jaminan Fidusia dan sertifikat Fidusia”ungkapnya.

Dia mengakui bahwa surat/dokumen yang aslinya berada di kantor, tidak mungkin membawa itu pak, cuma yang kami bawa foto copy nya saja, jaminan Fidusia ada, sertifikat Fidusia ada, serta jaminan objek ,

Ketika awak media ini mempertanyakan apakah Bapak membawa foto copy Fidusia atas arahan pempinan perusahaan ?

Hendri menjawab, bukan kalau mau ingin melihat dokumen yang aslinya ada di kantor, dan hal ini juga sudah kita laporkan pada pihak kejaksaan.

“Silahkan Bapak cek keabsaan registrasi Fidusianya, tutupnya.(SS)

 

Detik Video