ORANG TUA PASIEN BANTAH PERNYATAAN KADISKES BATAM & KEPALA PUSKESMAS

Batam, Detik Global News.com – Terkait pernyataan kepala Dinas kesehatan Kota Batam dan kepala Puskesmas Sei Pancur kecamatan Sungai Beduk yang mengatakan bahwa obat tidak habis dan orang tua pasien meminta obat yang bukan standar, itu tidak benar dan yang mereka lakukan hanya pembelaan diri.

“Mana mungkin kami sebagai orang biasa tau nama obat – obatan penurun panas tinggi “kata Simatupang pada media ini.

Kami sebagai pengguna kartu BPJS Kesehatan sadar diri juga, harus nya di layani bukan malah di tolak, kalau tidak ada obat – obatan di Puskesmas atau pun mungkin pegawainya malas untuk melayani masyarakat miskin patut nya di rujuk ke rumah sakit lain, kata Simatupang dengan nada kesal.

” Menurut saya pegawai nya yang jaga saat itu lagi malas dan mungkin ngantuk , ada 3 orang saat itu sedang jaga dan mengatakan “obat – obatan lagi habis” dan kami pun binggung sementara anak kami sudah kejang – kejang, karena tidak ada solusi maupun rujukan dari pihak Puskesmas terpaksa kami larikan ke rumah sakit Casa Medika Muka Kuning” ungkapnya.

Masih kata Simatupang, boleh di kroscek oleh kepala Dinas Kesehatan Kota Batam maupun kepala PuskesmasĀ  Sei Pancur ke rumah sakit Casa Medika tentang kebenarannya.

“Saya tegas kan sekali lagi bahwa kami tidak ada meminta obat penurun panas tinggi dari dubur, pernyataan kepala Dinas Kesehatan Kota Batam dan kepala Puskesmas Sei Pancur adalah bohong “tutur Simatupang.

Bukti nya saya sudah bolak balik mendatangi pihak Puskesmas Sei Pancur untuk menjelaskan kejadian yang sebenarnya, tetapi saat saya di Puskesmas pegawai di sana semua menghindar, bahkan saya hubungi nomor ponselĀ  seluler Dr.Nur Aini tidak di angkat, saya kirim pesan sms juga tidak ada jawaban.

“Saya bersyukur juga kepada Tuhan Yang Maha Kuasa anak kami masih bisa di selamat kan di rumah sakit Casa Medika, meski beberapa hari telah menjalani perawatan di ruang Unit Gawat Darurat(UGD) “tutup nya.(SS)

 

Detik Video