OKNUM DPRD BATAM MENGIBARATKAN UNIVERSITAS “PABRIK”

Batam-Detik Global News.com,Benarkah ada orang yang tersakiti maupun di kecewakan  mendengar suara dari seorang pembicara yang berasal dari oknum DPRD kota Batam di salah satu stasiun penyiaran Radio pada tanggal 26 April 2016 sekitar pukul 21 wib.

Salah seorang mahasiswa universitas Unrika merasa kecewa saat mendengar perkataan oknum komisi IV DPRD kota Batam inisial US,melalui penyiaran stasiun radio,sebagaimana beliau juga membidangi pendidikan di duga telah mencoreng dan melecehkan dunia pendidikan secara umum,khususnya universitas di kota Batam.

Dalam pernyataannya mengatakan universitas di Batam pabrik pendidikan, beliau juga mengibaratkan jika di PT ini adalah pabrik kerupuk, dalam candanya beliau juga mengatakan dengan nada bertanya

“Ada ya…universitas di Batam” lalu terdengar suara tertawa terbahak-bahak di radio”

Disisi lain beliau adalah sebagai wakil rakyat yang sepatutnya menjadi contoh untuk generasi  mahasiswa penerusnya.Sangat disayangkan seorang oknum DPRD kota Batam tidak bisa membuat suasana menjadi netral dan seharusnya tidak ada yang tersakiti,jelasnya.

Jika kita melihat dunia pendidikan anak-anak di kota Batam terkesan banyak keganjilan,dengan tidak ketersediaan  guru agama bagi umat kristiani hampir di setiap sekolah dasar (SD) ,maupun SMP serta SLTA sederajat patutnya menjadi perhatian pemerintah kota Batam dan wakil rakyat.

Pendidikan agama adalah vital sebab disinilah siswa belajar mengasihi sesamanya untuk lebih spesipik, namun apa yang terjadi,apakah ini ketentuan dari Dinas pendidikan kota Batam ,apakah memang ada ketentuan lain.tanyanya pada awak media ini.

Mengingat banyaknya kenakalan remaja maka perlu untuk lebih intensif untuk menerapkan ajaran yang berwarna keagamaan dan tidak menutup kemungkinan kurangnya pendidikan agama disekolah bisa mengendurkan keimanan atau jiwa agamis siswa.karena siswa lebih banyak waktunya disekolah,disamping lebih efektif juga didampingi oleh guru.Dimana guru tersebut mampu menerapkan ajaran agama lebih terperinci sebab guru sudah tersertifikasi.

Sebagaimana patutnya para wakil rakyat khususnya di komisi IV DPRD kota Batam mampu menyuarakan  dan mengaspirasikan pada Walikota Batam  atas keluhan masyarakat dengan  kekurangan guru agama yang selama ini terbiarkan.Sampai kapan pemerintah maupun wakil rakyat  berdiam diri,dan larut dalam pembiaran anak-anak didik tidak dapat mengikuti  pelajaran  agama di sekolah,siapakah yang harus  bertanggung jawab  ? (ro)

Detik Video