MIRIS : “TEBANG PILIH PEMBERSIHAN KIOS KAKI LIMA/PASAR DI KOTA BATAM”

Batam, Detik Global News.com -Kepemimpinan Walikota Batam Bapak Ir.H.Rudi.SE saat ini terkesan tebang pilih untuk melakukan pembersihan kios kaki lima di sepanjang pinggir jalan Kota Batam, sehingga membuat sebagian besar pedagang kehilangan mata pencahariannya.

Dari pantau dan investigasi media ini di lokasi Coin Centre Sei Panas, sepanjang jalan menuju BengkongĀ  yang belum lama ini kios – kios liar di sepanjang jalan di bongkar habis, namun sampai saat ini belum terlihat adanya pelaksanaan/kegiatan pembangunan.

“Kasihan ya…pak para pedagang kaki lima yang disini harus kehilangan mata pencaharian, padahal Pemko Batam belum juga melakukan pembangunan sampai saat ini, ungkapnya pada media ini.

“Padahal kalau berbicara soal keindahan Kota Batam kedepannya, Pemko Batam melalui Satpol PP patutnya membersihkan kios – kios secara keseluruhan tanpa tebang pilih sehingga pemilik kios kaki lima bisa merasakan nasib yang sama dan saling bisa berbenah diri untuk mencari tempat yang layak ” tutur Hendri Hutabarat. SH praktisi hukum pada media ini.

Salah satu contoh, penggusuran kios kaki lima Coin Centre, terlihat para pedagang disana sudah berpindah menempati lokasi yang begitu strategis, selama ini ruko tersebut kosong tanpa penghuni kalau sekarang sudah di lalui oleh orang banyak setiap malam untuk menikmati makanan yang telah di sajikan para pedagang tersebut.

“Wajar bangunan ruko atau pasar resmi banyak yang kosong alias tanpa berpenghuni karena selama ini pemerintah melakukan pembiaran sehingga kios/pasar liar di kota Batam menjamur ” ungkapnya pada media ini.

Coba kita lihat kios/pasar serta Pujasera di sepanjang daerah Bengkong & Sei Panas masih banyak yang kosong, sementara masih banyak kios, pasar dan Pujasera yang liar dilakukan pembiaran oleh pemerintah kota Batam seperti di daerah Batam Centre, Nagoya, Jodoh dan lain – lainnya.

” Menurutnya, ini tidak luput adanya pembiaran BP Batam & Pemko Batam serta adanya dukungan dari pihak PT. PLN Batam & PT. ATB untuk mengembangkan bisnisnya meraih keuntungan yang lebih besar ” kata Hendri.Hutabarat.SH pada media ini.

” Kalau boleh coba ini di kaji para fakar/pengamat hukum di Indonesia, apakah ini di benarkan Undang – undang atau peraturan pemerintah memberikan fasilitas penunjang terhadap bangunan kios , pasar maupun Pujasera liar di sepanjang pinggir jalan ? tanya Hendri lagi.

Sementara berdasarkan data yang di miliki oleh media ini, untuk pemasangan/penyambungan jaringan listrik baru di Kavling & Perumahan saja di kenakan biaya Rp.3.097.000,-(BP.UJL, Bea Materai) serta biaya pemeriksaan instlasi Rp.110.000,- yang di setorkan ke PT.KONSUIL Wilayah Batam, serta biaya sebesar Rp.95.000,- kepada PT. Bintang Global Powerindo, belum lagi biaya abudemenĀ  & pemakaian arus listrik yang di pungut setiap bulannya pada setiap pelanggan listrik.

Sedangkan untuk pemasangan/penyambungan pipa baru saluran air ATB di kenakan biaya Rp. 4.000.000,-/rumah/Kavling, belum lagi pengurusan surat rekomendasi dari BP Batam oleh para calon konsumen, lalu berapakah keuntungan yang di peroleh pihak PT. PLN Batam & PT. ATB setiap pemasangan/penyambungan baru, apakah benar adanya dukungan BP Batam & Pemko Batam mendirikan kios/pasar liar di sepanjang pinggir jalan dan bahkan untuk melakukan pembersihan di kota Batam terkesan tebang pilih.(RED)

Detik Video