Menteri ESDM Setop Ijin Operasi Perusahaan PT Lobindo

Tanjungpinang, Detik Global News.com – Sejak bulan September 2018, pemerintah telah menghentikan sementara izin usaha perusahaan tambang karena tak kunjung melaporkan kemajuan pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter).

Dilansir CNN Indonesia, Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Susigit mengungkapkan, selain tiga perusahaan yang bergerak di bisnis tambang nikel, yaitu PT Surya Saga Utama (SSU), PT Modern Cahaya Makmur (MCM), dan PT Integra Mining Nusantara (IMN), Kementerian ESDM juga menghentikan ijin perusahaan tambang bauksit PT Lobindo Nusa Persada (Lobindo).

“Mungkin pembangunan smelter tidak dilakukan atau bisa jadi tidak memenuhi target. Tetapi, laporannya tidak ada,” ujar Bambang di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senin (3/9).

Perusahaan tambang mineral yang beroperasi di Indonesia wajib membangun smelter. Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 25 Tahun 2018 tentang Pengusahaan Pertambangan dan Batu Bara.

Perusahaan yang tidak melaporkan kemajuan pembangunan smelter akan dikenakan sanksi berupa pencabutan izin ekspor, denda, hingga penghentian sementara sebagian atau seluruh kegiatan usaha.

Evaluasi progres pembangunan smelter dilakukan setiap enam bulan sekali sejak diterbitkannya rekomendasi ekspor.

Dilansir CNN Indonesia,
Berdasarkan data Kementerian, PT Lobindo tidak melakukan kegiatan ekspor hingga paruh pertama tahun ini. Padahal, perusahaan itu mendapatkan rekomendasi ekspor bauksit yang berlaku selama setahun sebanyak 1,5 juta WMT sejak 30 Oktober 2017 dengan progres pembangunan smelter 0 persen.

Jika ingin mendapatkan rekomendasi ekspor kembali, perusahaan harus beritikad baik dengan menyampaikan laporan yang telah diverifikasi.

“Sampai sekarang tidak ada laporan,” ujarnya.

Perusahaan tak bisa melakukan ekspor karena tak melapor. Jika laporan perusahaan terkait telah memenuhi syarat, perusahaan berhak memohon rekomendasi ekspor baru.

“Boleh memohon lagi bukan berarti langsung dapat (rekomendasi),” tegas Bambang. (Marudut)

Detik Video