MASYARAKAT PETANI SEI GONG DATANGI KANTOR GUBERNUR KEPRI

Kepri, Detik Global News.com – Berdasarkan hasil rapat atau rembuk warga bersama RT/RW dan tokoh masyarakat di kelurahan Sijantung pada tanggal 02 Mei 2018 dalam hal menyikapi undangan sosialisasi pembayaran uang Kerohim/santunan terhadap bangunan dan tanam tumbuh lahan masyarakat petani Sei Gong yang terkena dampak pembangunan Waduk puluhan petani datangi kantor Gubernur Propinsi Kepulauan Riau, pada hari Senin 07 Mei 2018.

Sony mengatakan pada media ini adapun tuntutan warga melalui hasil rapat musyawarah adalah :

  1. Bahwa masyarakat petani Sei Gong menuntut pemberian uang Kerohim/santunan terhadap lahan masyarakat petani Sei Gong berikutnya mengenai tanaman tumbuh dan bangunan adalah merupakan kewajiban pemerintah untuk mengganti rugi sesuai aturan berlaku melalui musyawarah dengan masyarakat (sesuai dengan intruksi Bapak Presiden RI).
  2. Masyarakat petani Sei Gong tetap mendukung pembangunan Dam Sei Gong dengan harapan agar pemerintah segera merealisasikan permohonan kami yakni, pemberian uang Kerohim terhadap lahan garapan dan ganti rugi terhadap tanam tumbuh.
  3. Apabila dalam waktu dekat pihak berwenang tidak merealisasikan harapan masyarakat petani Sei Gong maka kami akan mengambil langkah – langkah lain sebagai bentuk perjuangan terhadap hak masyarakat petani Sei Gong, kata Sony dari salah satu perwakilan petani.

Sementara Joni menambahkan, perwakilan masyarakat petani Sei Gong yang datang hari ini ke kantor Gubernur Propinsi Kepri sekitar 20 (dua puluh) orang, dan berharap ingin bertemu langsung dengan Bapak Gubernur Nurdin Basirun, namun kata sorang pegawai beliau tidak ada di kantor, tuturnya pada media ini.

“Kami ingin bertemu langsung dengan Bapak Nurdin Basirun untuk meminta SK Gubernur terkait pemberian uang Kerohim/santunan lahan di Sei Gong ” kata Joni.

Dia menuturkan, kami telah bertemu dengan salah seorang pegawai Biro pemerintahan yaitu Bapak  Haryono, beliau cuma menampung keluhan dan akan di teruskan nanti pada Gubernur, dan jumlah tuntutan yang kami sampaikan sebanyak 78 persil, ujarnya.

Rencananya tanggal 9 Mei 2018 mau di bayarkan, tapi kami tidak setuju karena lahan garapan tidak ada uang Kerohiman atau sagu hati.Didalam SK Gubernur dikatakan akan di bayar uang Kerohiman atau santunan untuk tanam tumbuh dan bangunan, sementara nilai dari tanaman kami tidak jelas berapa satu pohon, ungkapnya pada media ini.

“Itulah tujuan kami mendatangi kantor Gubernur Kepri ingin minta SK dan daftar harga tanam tumbuh karena BP Batam menyuruh kami meminta pada Bapak Gubernur Propinsi Kepri ” tegasnya.

Adapun beberapa jenis tanaman petani Sei Gong antara lain : Cabe, Kelapa, Pepaya, Sirsak, Pisang, Terong, Durian, Nangka, Keladi, Jambu, Pohon Jabon, Sengon, Karet, Gaharu, Jangung, Gambas, Melon dan lain – lain, terangnya pada media ini.

” Sampai saat ini kami masih bertahan di kantor Gubernur Propinsi Kepri, menunggu sampai beliau bersedia menemui kami sebagai dari perwakilan petani Sei Gong, tutupnya.(RED)

 

Detik Video