KPKNL SAAT RDPU TERKAIT BPR DIRUANG RAPAT DPRD BATAM

Batam, Detik Global News.com – Suasana diruang rapat di kantor DPRD kota Batam terlihat hampir memanas, hal ini berawal dari pembahasan terkait eksekusi paksa yang akan dilakukan pihak perusahaan selaku pemenang lelang melalui BPR Pundi Masyarakat terhadap agunan rumah milik Bapak Hadi Hutasoit.

“Gimana anda ini, tadi lain, sekarang beda lagi, mana yang benar ucapan anda ini ? Sebenarnya anda itu memahami tidak tugas anda ? Jangan sebentar ya.., sebentar tidak, kalau memang anda tidak memahami tugas anda, untuk apa hadir di sini, apa perlu anda saya keluarkan dari ruangan ini ? kata Li Khai.

“  jangan begitulah, kasihan mereka ini (keluarga Ahadi Hutasoit-red). Mereka ini rakyat kecil dan anda selaku penyelenggara lelang harusnya bersikap netral. Jangan tadi ya.., sekarang tidak,” kata Li Khai dengan nada suara tinggi sembari menunjuk-nunjuk jari tangannya kepada pihak KPKNL tersebut.

Harmidi Umar Husen selaku pimpinan rapat, serta beberapa anggota DPRD kota Balaim lainnya seperti Bapak Yudi Kurnain dan Bapak Fauzan sesama komisi I yang hadir pada rapat itu, juga terlihat  emosi.

Tak hanya itu, setelah Li Khai membaca isi semua perjanjian antara BPR Pundi Mayarakat dengan nasabahnya atas nama Tilde Manurung (istri Ahadi Hutasoit-red), Li Khai mengatakan bahwa isi perjanjian itu semua tidak ada yang menguntungkan pihak Ahadi, semuanya merugikan nasabah dan sangat kejam.

“Sebelum menandatangani, apakah ibu tidak membaca poin – poin dari isi perjanjian terlebih  dahulu ? Saya melihat isi perjanjian ini sangat kejam dan hanya menguntungkan sepihak yaitu BPR ” ungkapnya. (tim)

Detik Video