KEPALA PUSKESMAS SEI PANCUR : “ OBAT TIDAK KOSONG, TIDAK BOLEH MENOLAK PASIEN DAN HARUS DI RUJUK KE RUMAH SAKIT “

Batam, Detik Global News.com – Dr.Nur Aini selaku kepala Puskemas Sei Pancur kecamatan Sei Beduk terkait keluhan salah seorang pasien pada tanggal 22/07/2018 sekitar pukul 02.00 Wib yang mengatakan di tolak berobat karena kekosongan obat – obatan akan di kroscek terlebih dahulu tentang kebenarannya.

“Saya sudah kroscek dari tanggal 21 – 22 kepada yang tugas juga pada waktu itu, bahwa tidak terjadi kekosongan obat – obatan di Puskesmas Sei Pancur ” kata ibu Nur Aini.

Sebelumnya saya sudah mengintruksikan semua pegawai tidak boleh menolak pasien, apabila tidak bisa di tangani di Puskesmas harus di rujuk ke rumah sakit, terang nya.

Saya sudah kroscek kepetugas, Memang ada pasien yang demam dan di tangani, sudah di periksa suhunya dan mau di beri obat turun panas, tetapi orang tuanya bilang sudah ada obat turun panas, dan orang tuanya meminta obat turun panas dari dubur, sedang obat turun panas yang dari dubur memang tidak ada, jelas ibu Nur Aini.

“Kata petugas saya disuruh ke rumah sakit, karena obat panas yang dari dubur tidak ada, sedangkan ketersediaan obat panas yang ada di Puskesmas yaitu obat oral (sirup dan tablet) tidak tersedia sesuai dengan permintaan pasien ” kata ibu Nur Aini lagi.

Sementara kepala Dinas kesehatan Kota Batam yaitu Bapak Didi menjelaskan bahwa kekosongan obat – obatan di Puskesmas itu tidak benar.

“Mana ada bisa satu Puskesmas kosong yang lain tidak, jarak Puskesmas ke gudang obat kan dekat jalan darat saja, itu kan keterangan sepihak dari mereka” tutur pak Didi.

Dia mempertanyakan kasus yang sebenarnya seperti apa, coba di cek kepelayanan Poliklinik nya tetap jalan, kalau habis satu Pusksmas maka se Kota Batam habis, yang jelas obat di gudang tidak pernah kosong gudang obat Dinkes, kata pak Didi.

Obat tidak habis pasiennya minta obat yang bukan standar kita, obat demam kita ada Paracetamol syrup, UGD juga ada kan sudah terakreditasi, cuma ada penyakit yang memang harus di rujuk yang tidak bisa di tangani di Puskesmas, tutup pak Didi.

Sementara orang tua pasien berencana besok (6/08/2018) akan menemui kepala Puskesmas Sei Pancur untuk menyampaikan keluhan yang sebenarnya pada saat si pasien hendak berobat.
“Saya akan menemui Dr. Nur Aini besok, dan tadi saya sudah menghubungi ponsel selulernya agar semua saling transparan tanpa ada yang di tutup – tutupi ” ungkap Simatupang warga Sei Beduk.(SS)

Detik Video