KEMENTERIAN KEUANGAN : ” SAPU BERSIH PENYELUDUPAN DI PERAIRAN SELAT MALAKA “

TANJUNG BALAI KARIMUN, DETIKGLOBALNEWS.COM – Berbagai tindakan yang berhasil ditorehkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam menjalankan intruksi Presiden Republik Indonesia adalah bukti nyata pelaksanaan penguatan reformasi di Bea dan Cukai.Dimana salah satu yang tengah digencarkan adalah Penertiban Impor berisiko tinggi (PIBT).Penertiban ini menyasar ke berbagai lini perbaikan di antaranya adalah peningkatan pengawasan dan penegakan hukum terhadap upaya – upaya penyeludupan baik di pelabuhan utama maupun wilayah perairan laut.

DJBC mempunyai peranan penting dan sangat strategis dalam menjalankan fungsi sebagai revenue collector, community protector, trade facilitator, dan industrial assistance.Konribusi penerimaan perpajakan dalam APBN mencapai 82,6%, di mana DJBC berkontribusi sebesar 27% dari total penerimaan perpajakan melalui penerimaan pajak impor yang terdiri Bea masuk, Bea keluar, pajak dalam rangka Impor, Cukai, dan pajak pertambahan Nilai Hasil Tembakau.

Untuk mengamankan penerimaan negara tersebut, pada sektor pengawasan laut, DJBC secara senergis melaksanakan patroli laut di seluruh perairan Indonesia yang berbagai ke dalam dua wilayah.Operasi Patroli laut wilayah barat Indonesia diberi sandi Operasi Patroli Jaringan Sriwijaya, sementara di wilayah timur Indonesia diberi sandi Operasi Patroli jaringan Wallacea.

Sebagai langkah taktis, Operasi Patroli jaringan Sriwijaya dilakukan di Selat Malaka karena wilayah perairan ini sangat strategis dan berpotensi menjadi titik rawan penyeludupan .Sehingga hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi DJBC khususnya kantor – kantor di wilayah perairan tersebut untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap upaya penyeludupan sebagai antisipasi peningkatan pengawasan di pelabuhan utama.

Operasi Jaringan Sriwijaya melibatkan kantor wilayah DJBC Aceh, kantor wilayah DJBC Sumatera Utara, Kantor wilayah DJBC Riau Sumatera Barat, Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau, KPPBC TMP Belawan, KPPBC Tipe Pratama Bengkalis, KPPBC TMP B Dumai, KPPBC TMP B Jambi, KPPBC Tipe Pratama Selat Panjang, KPPBC TMP B Tanjung Balai Karimun, KPU Bea dan Cukai Tipe B Batam, Pangkalan Sarana Operasi Tipe B Batam, serta Pangkalan Sarana Operasi Tipe A Tanjung Balai Karimun di bawah koordinasi Subdirektorat Patroli Laut Direktorat Penindakan dan Penyidikan.

Sinergi atas penindakan yang dilakukan oleh DJBC tidak hanya bersifat internal, namun juga melibatkan Kementerian/Lembaga terkait serta Administrasi Pabean negara lain, dalam hal ini Indonesia dan Malaysia.Untuk lebih mengintensifkan kegiatan pengawasan, DJBC bersama jabatan Kastam Diraja Malaysia (JKDM) telah mengadakan Bilateral Meeting pada hari Rabu 06 September 2017 di Batam.Tidak hanya itu DJBC dan JKDM juga melakukan Operasi Patroli Terkoordinasi Kastam Indonesia – Malaysia yang bertajuk Operasi PATKOR KASTIMA.Operasi dua negara sahabat ini telah berlangsung yang ke-23 kalinya dan telah dibuka pada hari Kamis 07 September 2017 dan di tutup pada tanggal 23 November 2017.(humas BC Kepri)

Detik Video