KAKANPEL BP BATAM ; “SETAHU SAYA TIDAK ADA PELABUHAN LAIN SELAIN 2 INI DI WILAYAH PUNGGUR”

Batam, Detik Global News. Com – Keberadaan legalitas puluhan pelabuhan di wilayah Punggur yang beroperasi setiap hari keluar masuk barang hingga berlangsung selama 24 jam terlihat bebas tanpa adanya pemeriksaan dokumen/manifes dari instansi terkait akibat tidak adanya penempatan petugas jaga dari pihak Bea & Cukai Batam.

Hal ini di benarkan oleh pak Revy selaku pejabat Bea & Cukai Batam. “Kami hanya menempatkan petugas jaga di pelabuhan RORO dan Terminal Ferry saja, sedangkan di pelabuhan lain adalah ilegal dan tidak ada penempatan petugas jaga “terangnya tegas.

Bapak Revy juga menambahkan di tanyakan langsung aja Mas kesana karena tempat pemuatan tersebut bukan pelabuhan resmi.

“Mestinya rekan – rekan media sudah tahu, beberapa pelabuhan resmi di Batam” cetusnya.

Sementara Bapak Nasrul selaku Kepala Kantor pelabuhan (Kakanpel) BP Batam saat di konfirmasi media ini menjelaskan, saya sebutnya dua pelabuhan ini adalah pelabuhan resmi yang sudah ada ISPS code terkelola, setahu saya tidak ada pelabuhan umum lain selain 2 ini di wilayah Punggur.

“Coba besok saya cek lagi datanya serta akan konfirmasi kepada teman – teman KSOP juga, seperti yang kami bahas di Menko Maritim kemarin termasuk dengan Pemko dan Propinsi” terangnya pada media ini.

Bapak Nasrul juga mengatakan akan kita koordinasikan penataan pelabuhan rakyat yang ada juga bersama instansi terkait lainnya.

“Batam secara geografis serta daya dukung membutuhkan pelabuhan, bisa jadi pelabuhan tradisional ini tumbuh bersama dengan kota Batam itu sendiri,dan ini yang akan di koordinasikan dengan institusi lain sesuai peraturan dan mekanisme yang berlaku.

Masih kata pak Nasrul, tetap mengacu aturan pemerintah terkait pelabuhan serta keputusan bersama menteri perhubungan dan BP Batam, tutupnya.

Dari pantauan dan investigasi media ini di sekitar wilayah pelabuhan Punggur dan Nongsa aktifitas kegiatan keluar masuk barang di sejumlah puluhan pelabuhan yang di duga ilegal masih saja tetap beroperasi selama 24 jam, khususnya pada malam sampai subuh hari tanpa adanya pengawasan dan pemeriksaan dokumen/manifes dari instansi terkait, lalu instansi manakah yang patut bertanggung jawab ? (GS)

 

Detik Video