JPU BACAKAN KETERANGAN KELVIN, TERDAKWA PAULUS AMAT TANTOSO MENGAKUI SEBAGIAN PERISTIWA SUDAH LUPA

Spread the love

BATAM,- Berdasarkan keterangan saksi korban bernama Kelvin (WNA) dibawah sumpah yang dibacakan oleh Rumondang Manurung.SH selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Batam adalah sebagai berikut :

 

Penusukan yang terjadi disalah satu restoran siput di Kota Batam
Dapat saksi korban jelaskan penikaman/penusukan tersebut tidak ada hubungan keluarga ataupun hubungan famili , saksi tidak tau bagaimana bisa terjadi penusukan tersebut.
Dapat saksi korban jelaskan penusukan/penikaman dilakukan terdakwa Paulus Amat Tantoso.
Dapat saksi korban jelaskan saat itu sedang memesan makanan ayam kampung goreng, sedangkan minuman saksi korban memesan air kelapa muda dan Coca Cola , sehingga terdakwa Paulus Amat Tantoso pelaku penusukan datang menemui saksi korban saat itu saksi bersama kawan – kawan lagi makan.
Saksi korban jelaskan tidak tau dengan menggunakan kenderaan apa yang digunakan terdakwa datang ke restoran bersama dengan seorang sicurity yang tidak diketahui namanya.
Saksi tidak ingat bagaimana kenal dengan terdakwa Paulus Amat Tantoso.Saksi korban hanya kenal dengan Mina tersebut dan saksi tau bahwa Mina salah satu karyawan di Money Changer dan saksi tidak tau siapa pemilik Money Changer tersebut, dan saksi jelaskan dia dan kawan kawannya mengetahui setelah saksi Mina menghubungi melalui ponsel selulernya dan kemungkinan memberitahukan tersebut sehingga tau keberadaan saksi korban.
Dapat saksi jelaskan posisi saksi sejajar dengan saudara Paulus Amat Tantoso dan istrinya berhadap hadapan dengan saksi saat itu sedang makan.Saksi meminta paspor dan meminta menandatangani cek saat itu saksi tolak.
Sedangkan cek/giro yang belum ditanda tangani senilai 7 Millyar Rupiah belum ditandatangani karena belum masuk ke rekening saksi.
Dapat saksi jelaskan cek/giro sebagai persyaratan jaminan uang senilai 7 Millyar Rupiah diberikan langsung pada saksi Mina pada tanggal 10 April di hotel Swiss Belinn sekitar 6 tahun lalu bertransaksi di Money Changer.
Dapat saksi jelaskan selama 6 tahun bertransaksi di Money Changer tersebut adalah sekitar 1 Millyar Rupiah sampai 6 Millyar rupiah.
Saksi jelaskan terdakwa emosi lalu berjalan menuju tempat saksi korban sambil mengeluarkan sebuah pisau jenis sangkur yang dikeluarkan dari pinggangnya, lalu terdakwa menusuk dari belakang dan menusukan pisau sangkur tersebut dua kali akan tetapi saksi tangkis menggunakan dua tangan lalu saksi mengambil tempat makanan yang ada dimeja tersebut, selanjutnya terdakwa terus mengacungkan pisau sangkur tersebut kearah tubuh saksi sehingga jenis sangkur yang dipegang terdakwa menancap dibagian perut sebelah kiri dan saksi korban jatuh ke lantai dengan tidak sadarkan diri, kemudian dan waktu tidak begitu lama saksi sudah berada dirumah sakit Elisabeth Batam Centre.
Seingat saksi bahwa terdakwa menusuk saksi korban dengan menggunakan pisau sangkur tersebut awalnya mencabut pisau tersebut dari pinggang sebelah kanan dan berjalan menuju tempat duduk saksi korban, lalu saya berusaha menepisnya dan dilerai oleh pengunjung restoran, tidak terelak akhirnya pisau sangkur tersebut tertancap dperut dibagian kiri saya.
Saksi korban, bahwa benar saat pelaku terdakwa menusuk.menggunakan sebilah pisau dalam keadaan sadar dan.situasi terang meskipun kejadian tersebut terjadi pada malam hari, saksi korban tidak tau seberapa dalam jenis pisau sangkur yang ditusukan terdakwa tersebut pada bagian perut sebelah kiri saksi sehingga saksi korban mengalami kesakitan hingga tidak sadarkan diri karena luka dibagian perut.
Penusukan yang dilakukan terdakwa tidak dibantu oleh orang lain, dapat saksi jelaskan bahwa penusukan sebilah pisau sangkur dibagian perut kiri saya dioperasi dirumah sakit Elisabeth Batam Centre, dan saksi jelaskan tidak sadarkan diri.Akibat tindakan operasi di rumah sakit Elsabeth dan sekarang jadi berbekas, dan saksi dapat jelaskan bahwa pemeriksaan yang akan dilakukan penyidik sekarang ini mengalami trauma salama 3 hari tidak tau kemana terdakwa pergi setelah menusukkan pisau sangkur tersebut.
Dapat saksi korban menjelaskan pisau sangkur yang ditusuk dengan mata pisau tajam, dibagian punggung pisau bergerigi, dan pisau sangkur tersebut berwarna hitam, saat dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Batam Rumondang Manurung.SH diruang sidang berdasarkan berkas BAP yang dibuat oleh Kelvin (korban) dibawah sumpah pada hari Kamis (26/09/2019).
Kemudian Ketua majelis hakim Yona Lamerosa didampingi dua hakim anggota Taufik Nainggolan dan Dwi Nuramanu meminta kepada terdakwa atau melalui Penasehat hukumnya untuk menanggapinya, bagaimana keterangan tersebut benar atau tidak benar ? tanya oleh Ketua Majelis Hakim saat sidang berlangsung.
Melalui Penasehat Hukum terdakwa yaitu Warodat memberikan tanggapan, baik Majelis hakim yang mulia, Terdakwa menyampaikan bahwa sebagian dari peristiwa tersebut sudah lupa.
“Tidak me-ya…kan dan tidak menyangkalnya sehingga kita berpendapat menghormati persidangan saat ini”ungkapnya.(SS)

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "JPU BACAKAN KETERANGAN KELVIN, TERDAKWA PAULUS AMAT TANTOSO MENGAKUI SEBAGIAN PERISTIWA SUDAH LUPA"