FAIZAL HRD PT.STARTMARA PRATAMA : POLEMIK BERAWAL ADANYA MUTASI KERJA

BATAM,DETIKGLOBALNEWS.COM – Polemik terjadinya perselisihan tenaga kerja di PT.Startmara Pratama itu sejak mulai adanya pemberlakuan mutasi kerja terhadap karyawan, karena target tidak tercapai.

Kalau masalah lembur kembali lagi jam kerja 40 jam selama satu minggu maka diluar itu jam kerjanya dihitung sudah lembur, tetapi sales pun jam kerjanya seperti itu juga bahwa diluar kerja efektif.Kalau kelebihan jam tersebut ada karyawan yang kedapatan tidur ketika kita melakukan monitor terhadap aktifitas jam kerja mereka.

“ Karyawan pulangnya jam 17.00 WIB, setelah itu mereka membuat laporan sebagai dari bagian tanggung jawab pekerja, seharusnya mereka masuk kerja mulai pukul 08.00 WIB dan pulangnya pukul 16.00 WIB, karena itu ada kelebihan jam kerja si karyawan tersebut, kata Faizal selaku HRD & Perwakilan perusahaan.

Faizal juga menambahkan Sebenarnya kita selama ini tidak ada lembur karena ada insentif karyawan, mungkin ada ketidaksenangan dan ketidak cocokan menurut saya itu hal yang wajar.

“ Kalau perjanjian kerja antara perusahaan dengan karyawan ada , justru itu ada karyawan permanen dan ada karyawan kontrak, dan kita tidak pernah melaporkannya ke kantor Disnaker Batam “ tegas Faizal.

Sepengetahuan saya selama jadi HRD diperusahaan ini memang tidak dilaporkan masalah kontrak kerja tersebut kedinastenagakerja kota Batam

“ Saya kan pak berdomisili di Tanjung Pinang dan kurang paham hal – hal seperti itu, saya aja baru tahu adanya kejadian seperti ini bahwa karyawan itu melakukan demonstrasi untuk menuntut hak – hak mereka selama ini yang dianggap telah diabaikan oleh pihak perusahaan “ kata Faizal lagi.

Sementara para pengunjuk rasa dari pihak karyawan, meminta kepada management PT.Startmara Pratama agar komitmen menyelesaikan segala permasalah yang menjadi hak – hak mereka berdasarkan undang – undang Nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, karena itu adalah menjadi hak pekerja, ucap salah satu dari perwakilan serikat buruh SBSI.(ss)

Detik Video