EKONOMI BATAM LESU, PERTUMBUHAN DUNIA USAHA MASSAGE KIAN BERKEMBANG

BATAM,DETIKGLOBALNEWS.COM – Kondisi ekonomi Batam saat ini sangat terlihat lesu, diberbagai daerah di kota Batam masyarakat mengeluhkan betapa sulitnya untuk mendapatkan pekerjaan, tidak terkecuali bagi kaum wanita yang selama ini lebih cendrung memilih mencari pekerjaan disektor industri electronik kini sebagian besar telah beralih menjadi tenaga kerja panti pijat dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Dari sudut pandang sebagian orang bahwa massage itu terkesan diduga berkedok sebagai tempat perdagangan manusia alias penjualan wanita peghibur malam, akan tetapi sebagian massage & SPA difungsikan untuk tenaga kesehatan, tentu saat ini terlihat perkembangan dunia usaha massage di daerah Nagoya – Jodoh sangat signifikan meningkat apalagi tengah – tengah lesu nya ekonomi Batam.

Dari pantauan dan investigasi tim media ini (amjoi group) diseputaran Nagoya & Jodoh, beberapa waktu yang lalu Dinas DPM-PTSP Pemko Batam dengan gencar – gencarnya melakukan razia rutin ketempat – tempat massage dengan hasil telah menemukan alat kondom pada pekerja wanita tersebut hingga pemasangan garis polis line, lalu jika benar usaha massage tersebut difungsikan sebagai tempat operandi perdagangan wanita atau prostitusi siapakah yang patut bertanggung jawab ?

Salah seorang warga Nagoya berinisial NG pada tim media ini (amjoi group) mengatakan bahwa untuk mengetahui kebenaran roda usaha yang dioperasikan para pengusaha massage di wilayah Nagoya & Jodoh, izin nya menyalahi perda kota Batam atau tidak, menurut saya bukanlah hal yang sulit, hanya saja ada ngak keseriusan pemerintah kota Batam seperti pegawai kelurahan, Camat, Sappol PP, maupun Dinas DPM-PTSP Pemko Batam.

“ Justru saya pernah mengajak dua orang oknum pegawai Pemko Batam untuk memantau operasi dunia usaha massage diwilayah Nagoya & Jodoh, saat itu kami singgah disalah satu rumah makan dan kebetulan dilantai II tempat massage.Ketika salah seorang oknum pegawai Pemko Batam tersebut hendak ke kamar mandi tiba – tiba dia mendengar suara panggilan dari beberapa orang wanita,ternyata duduk diatas tangga menuju lantai II, dan memberikan penawaran,hingga akhirnya dia pun memilih untuk balik, dan berkata ini besok akan kami laporkan untuk ditindaklanjuti “ kata NG pada tim media ini.

Masih kata NG, untuk penertiban dunia usaha massage di kota Batam yang menyalahi izin, itu kembali kepada kesadaran perangkat RT/RW dan lurah serta camat masing – masing daerah, menurut saya tidak perlu melalui aparat penegak hukum,cukup memfungsikan Sappol PP sebagai penegak perda kota Batam, yang menjadi pertanyaan benarkah mereka bekerja sesuai fungsi nya masing – masing, tutupnya.(amjoi group)

Detik Video