DPRD Minta Hentikan Aktifitas Cut And Fill

Batam, Detik Global News.com – Kegiatan pematangan lahan yang dilakukan oleh PT. Kaliban Bangun Prakasa di daerah Punggur, dalam pelaksanaan Dengar Pendapat di ruang rapat komisi I DPRD kota Batam meminta agar pihak perusahaan menghentikan pekerjaannya (Cut and Fill) penimbunan danau yang berdampak mengakibatkan banjir di sejumlah pemukiman warga Kavling Punggur.

Pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) ini yang berlangsung di ruang rapat komisi I DPRD kota Batam di pimpin Ketua Komisi I DPRD Kota Batam Bapak Budi Mardiyanto dan di dampingi Wakil ketua  Komisi I DPRD Kota Batam Harmidi Umar Husein, meminta agar kegiatan PT. Kaliban Bangun Prakasa di hentikan untuk sementara waktu.

“Ini terkait banjir, masalahnya itu akses jalan utama dengan ROW 100 meter, dan jalan warga harus dibuka menuju kavling baru. dan itu sudah ada dasar dari BP Batam, sebelum perencanaan cut and fill dilaksanakan PT. Kaliban akan memperhatikan warga serta membuat lingkungan menjadi indah aman dan nyaman. Nah kenapa kok berbalik begitu saja,” papar Harmid.

Menurut Harmidi, PT. Kaliban dalam pekerjaannya berbohong kepada masyarakat setempat, dengan bukti setelah pekerjaan penimbunan justru banjir terus saat hujan dan debu saat kemarau.

“Banjir terjadi saat hujan, menurut saya, ini kan sebelum perusahaan itu beroperasi warga nyaman, aman dan tidak ada banjir. Berarti perizinan mengakibatkan dampak lingkungan dan secara khususnya itu kurang teliti,” ujarnya.(02/04/2018)

Harmidi juga menambahkan,  “Terkait masalah izin cut and fill yang dikantongi oleh PT Kaliban sudah mati, kan sudah diakui izinnya itu mati. Pada intinya, aktivitas itu dihentikan dulu sebelum permintaan warga terpenuhi dan masalah izinnya itu harus dikaji ulang,” katanya.

Dalam pelaksanaan kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) tersebut terlihat yang hadir antara lain : Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, pejabat BP Batam, Lurah Kabil, LSM, LPM, perangkat RW 16, RW 17, RW 21 dan tokoh masyarakat Kelurahan Kabil.(TIM)

Detik Video