KANTOR PEMKO BATAM

DOHAR BANTAH & MINTA BERITA DI HAPUS

BATAM,DETIKGLOBALNEWS.com – Dohar akhirnya angkat bicara, salah seorang pegawai di Pemko Batam yang pernah menduduki jabatan di kantor Dinas DPM – PTSP kota Batam dan saat ini beliau bertugas di kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) kota Batam menghubungi media ini (19/07/2017) menggunakan ponsel selulernya dengan nomor : 081270775…terkait klarifikasi pemberitaan menyangkut dirinya.

Dohar saat ini menjabat di kantor Dinas pekerjaan umum (PU)kota Batam mengatakan, Kalau masalah itu termasuk permainan – permainan lama, tak enak kita dengarnya, masa saya yang dibawa- bawa.Misalnya minta bantu buat KTP, ketepatan pegawai tersebut dulunya tugas di kantor Disduk, dan diarahkan untuk menemui pegawai disana, masa seperti itu harus dipersoalkan dan dibesar – besarkan sampai sekarang.

“ Memang dulunya saya tugas di kantor Dinas DPM – PTSP Pemko Batam, dan jangan di bawa – bawa nama kita, posisinya seperti ini kalau mau ngurus kan bisa sendiri, menurut saya orang nya ngak jentel cara pola main dia “ ucapnya.

Masih kata dia, Sama halnya seperti kita minta bantu, masa kita yang harus ngurus semua, memang saya mau jawab kemarin, tetapi kita tidak enak rasanya kalau dimuat dalam pemberitaan.

Kalau saya kemarin jawab konfirmasinya bahwa itu “ tidak benar “ kan tidak enak sama – sama berkawan kita, dan tidak etis juga, contoh kamu itu bantu aku tapi tak mungkin kan kita ucapkan, Padahal dia sendiri sudah pernah kesana masa harus saya lagi mengurus izin IMB nya.

Makanya aku malas urusan begituan, misalnya kamu bantu aku masa aku harus di libatkan oleh kawan – kawan, padahal dia sendiri tahu kesana, masa harus kita lagi, ucapnya lagi.

Dohar sebelum mengakhiri pembicaraannya dengan media ini mengatakan, menggunakan bahasa daerah yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia ” itu tidak benar dan saya minta tolong agar beritanya dihapus secepatnya karena tidak enak jika di baca kawan – kawan,pinta nya pada media ini.

Dimana sebelumnya salah seorang pengusaha berinisial TN, merasa kecewa atas pelayanan pengurusan izin mendirikan bangunan (IMB) di kantor Dinas DPM – PTSP kota Batam belum kunjung selesai.Padahal dia mengakui bahwa bangunan sebelumnya sudah ada diatas lahan tersebut dan tidak ada perubahan.Tetapi pengusaha tersebut mampu dan bersedia dua kali melakukan pembayaran retribusi antara lain :

Pembayaran retribusi penerbitan izin IMB diatas lahan kosong,sudah diberikan, dan dilanjutkan pengurusan izin IMB bangunan sudah berdiri sampai saat ini belum ada titik penyelesaian.Tentu dalam hal ini kinerja Dinas DPM – PTSP kota Batam patut di pertanyakan, berapa lama kah prosedur pengurusan izin IMB bisa diterbitkan, sejak para pemilik lahan/bangunan melunasi segala kewajibannya ? (ss)

.

Detik Video

BANNER