DITANYA SOAL DANA BANTUAN RTLH, DINSOS KOTA BATAM ARAHKAN KEKANTOR DPRD

Batam, Detik Global News. Com – Penggunaan anggaran di Pemko Batam Tahun 2017 khususnya di kantor Dinas Sosial Kota Batam telah menelan biaya millyaran rupiah untuk program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) terkesan di rahasiakan.

Ibu Anis selaku pejabat di kantor Dinas Sosial Kota Batam Sebelumnya telah menjelaskan pada media Detik Global News. Com bahwa penerima dana bantuan Rumah Tidak Layak Huni sebanyak 100 rumah di wilayah Hiterland.

” Dikecamatan Belakang Padang 35 rumah, Di Bulang 30 rumah, dan di daerah Galang 35 rumah ” kata ibu Anis.

Bahkan ibu Anis menjelaskan bahwa pemberian bantuan berupa bahan bangunan sesuai hitungan konsultan perencana.

“pihak ke 3 (tiga) pengadaan bahan bangunan dilaksanakan dengan lelang umum, tidak ada bantuan secara tunai, bantuan untuk tukangpun di berikan melalui rekening/non tunai ” kata ibu Anis lagi.

Hanya saja ibu Anis tidak bisa menjelaskan secara rinci siapakah konsultan perencana yang di maksud dan kapan lelang terbuka di lakukan serta pihak perusahaan mana sebagai pemenang lelang proyek Rumah Tidak Layak Huni tersebut.

Ketika media Detik Global News. Com mempertanyakan berapa anggaran yang di habiskan untuk rahab satu unit rumah ?

ibu Anis menjelaskan,per rumah itu 22 juta, potong pajak tinggal 20 juta, terang ibu Anis.

“Upah tukang di bayarkan selama 15 hari, juga pembantu tukang, dan Juga ada untuk tukang cat yang di bayarkan ke rekening mereka masing – masing, ungkapnya.

Media Detik Global News. Com mencoba mempertanyakan bagaimana sistem pengupahan pekerjaanya ?

lalu ibu Anis menjelaskan mereka kerja 15 hari tentu sistem pengupahannya dengan gaji harian, tuturnya.

Kemudian media ini mempertanyakan lagi dana 20 juta/rumah apakah itu sudah termasuk upah pekerjanya ?

Ibu Anis menjawab belum!

Kalau begitu berapa besaran upah pekerjanya yang di bayarkan dalam satu hari ?

Ibu Anis menjawab, itu bisa bapak buka aplikasinya, In shaa Allah jelas infonya, tuturnya.

Ketika media ini mempertanyakan nama aplikasi  yang di maksud, ibu Anis mengatakan coba bapak ke DPRD ada ruang khusus disitu, lengkap internetnya.

“Untuk masalah keuangan kewenangan saya tidak ada pak ” elaknya.

Masih kata ibu Anis, itu diatas sudah saya jawab pak untuk detail karena itu SK Walikota Batam itu kewenangan Kadis.

“Coba bapak melalui internet APBD Kota Batam, di DPRD kawan – kawan wartawan biasa kumpul di ruang itu, saya lagi di Tanjung Pinang bawa anak – anak Batam lomba tentang tingkat Provinsi, tutupnya.

Dimana sebelumnya kepala Dinas Sosial Kota Batam yaitu ibu Hasyimah telah mengarahkan media ini untuk menemui ibu Anis terkait penggunaan anggaran bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Millyaran rupiah, sementara berdasarkan konfirmasi yang di lakukan media ini ibu Anis selaku pejabat yang di tunjuk oleh Kadis Dinsos Kota Batam tidak bersedia menjelaskan secara rinci  berapa upah tukang, pembantu tukang,  tukang cat seperti yang di sebutkannya,  serta tidak bersedia memberikan nama – nama si penerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) lalu ada apa di balik semua ini ?

Sebelumnya juga ibu Anis mengatakan bahwa dalam pelaksanaan di lapangan telah di awasi oleh tim TP4D Tim Kejaksaan Kota Batam, lalu sejauh mana fungsi dan peranan lembaga penegak hukum melakukan pengawasan terkait program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang menelan anggaran Millyaran rupiah tepat pada sasaran si penerima bantuan tersebut  ? (Red)

Detik Video