DIDUGA BELUM MEMILIKI IZIN USAHA, PENGUSAHA PULAU BARELANG BISA MELAKUKAN EKSPOR KELUAR NEGERI

Batam, Detik Global News.com – Keberadaan dapur arang dan gudang arang di pulau Barelang yang sudah hampir kurang lebih puluhan tahun beroperasi di duga belum memiliki izin Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) sebagai salah satu syarat untuk memperoleh izin usaha atau kegiatan wajib memiliki Amdal.

Ahui yang  salah satu pengusaha arang di pulau Barelang  daerah Sembulang saat di konfirmasi awak media ini menjelaskan bahwa saya ngak punya dapur arang, jadi saya ngak tau, elaknya melalui pesan singkat dari WhatsAppnya.

Sementara Aldi dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) pemerhati lingkungan hidup mengatakan supaya pemerintah daerah maupun pusat mengambil langkah tegas serta upaya hukum terhadap perusak hutan bakau/mangrove di wilayah Propinsi Kepulauan Riau.

“Periksa yang mengeluarkan izin pengelolaan dan ekspor arang bakau “ tegasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Bapak Herman Rozie saat di konfirmasi oleh awak media ini terkait izin UKL – UPL dapur arang di jembatan II pulau Barelang mengatakan tidak benar, pada hari Rabu (9/1/2019)

Ketika awak media ini mencoba mempertanyakan lagi terkait izin UKL – UPL usaha dapur arang yang lainnya dari mulai Sembulang hingga ke jembatan 6 (Enam) pulau Barelang, Bapak Herman Rozie mengatakan semua tidak ada, tutupnya.

Lalu bagaimana mungkin sebuah usaha dapur arang/gudang arang di pulau Barelang puluhan tahun terbiarkan beroperasi tanpa dokumen UKL – UPL bahkan bisa melakukan ekspor arang keluar negeri, instansi manakah yang patut bertanggung jawab ?  (SS)

 

Detik Video