CAMAT LUBUK BAJA : Belum ada izin BPMPTSP “Pengurusan SKDU Besok Baru Bisa di Cek di Sistem “

Batam, Detik Global News.com – Salah seorang warga yang tinggal/berdomisili di Komplek Nagoya Poin Blok R No 1 kecamatan Lubuk Baja merasa terganggu akibat ulah tetangganya yang mana baru membuka usaha Bengkel (Teralis) sehingga menimbulkan kebisingan saat melakukan aktifitas pekerjaan.

Banjarnahor mengatakan warga yang tinggal di Komplek Nagoya Poin Blok R No 1 kecamatan Lubuk Baja menuturkan bahwa kegiatan usahanya tersebut berlangsung sampai larut malam, sehingga menimbulkan kebisingan sampai pukul 12.00 WIB malam, kata Banjarnahor.

Dia juga menambahkan, bahwa dari berlangsungnya kegiatan usaha tersebut seperti melakukan pemotongan besi menggunakan mesin Gerenda hingga pengecetan besi, sewaktu – waktu biasa saja menimbulkan dampak polusi udara yang sepatutnya di antisipasi pihak kecamatan selaku pemberi izin usaha,ungkapnya pada media ini.

“ Sudah sering di tegur, pada kenyataannya si pengusaha tersebut tetap melakukan  kegiatan,  kemungkinan alasannya karena sudah  mengantongi izin domisili usaha dan izin Dampak Lingkungan Hidup yang di terbitkan oleh Dinas terkait “ ucap Banjarnahor.

Hanya saja Banjarnahor sangat menyesalkan ulah oknum tersebut, dimana si pemilik usaha bengkel bisa memperoleh izin usaha tanpa ada persetujuan atau tanda tangan sepadannya, ungkapnya lagi dengan nada kesal.

Camat Lubuk Baja ibu Novi ketika di konfirmasi media ini menjelaskan, saya sudah info lurah agar langsung cek kelapangan, kita cek dulu izinnya.

“ Kalau untuk pengurusan izin jenis usaha harus ada sepadan kiri kanan, kita mau lihat dulu domisili usahanya, lurah kelokasi sekarang “ terangnya.

Setelah di cek kelokasi camat Lubuk Baja ibu Novi menerangkan, yang punya surat keterangan domisili usaha yang di keluarkan kecamatan, tapi belum ada izin BPMPTSP.SKDU bukan izin saat ini sedang dikomunikasikan untuk tidak melakukan aktivitas diluar jam kewajaran.Apabila tidak di indahkan akan kita surati BPMPTSP untuk menyegel usaha tersebut.akan lebih baik jika pengaduan disampaikan  tertulis.

“ Untuk kelengkapan dokumen yang dilampirkan pada saat pengurusan SKDU besok baru bisa dicek di sistem “ melalui pesan dari WhatsAppnya.(ss)

 

Detik Video