BUKTI PANGGABEAN : ” PEMOTONGAN TANAH ATAS IZIN BP BATAM “

BATAM,DETIKGLOBALNEWS.COM – Sangat disayangkan ulah Pengusasha Devoloper yang mengadakan pengerukan tanah (cut and fill) dilokasi berdirinya Tower Jaringan Transmisi yang dimiliki PLN Batam, padahal letak berdirinya tower jaringan transmisi ini masih didalam kawasan hutan lindung, namun istansi bagai mana hutan lindung ini bisa dikuasai pihak pengusaha devoloper, permaslahan ini masih tanda tanya besar dan siapa yang bertanggungjawab.

Permasalahan ini terjadi didaerah hutan lindung yang terletak di daereh Bengkong Tanjung Buntung Kelurahan Tanjung Buntung Kecamatan Bengkong, bahkan didalam lahan hutan lindung ini sudah berganti jadi hutan beton dan rumah pun sudah berdiri megah dan tidak ada tindakan dari pejabat yang berwenang yang ada di dua istansi pemerintahan yang ada di Kota Batam Yakni, Pemko Batam dan BP Batam.

Pemotongan tanah bukit yang berada diwilayah Bengkong disinyalir dilakukan pengusaha yang berinisial AB yang menbuka restoran GP dan penimbun laut di daerah Bengkong juga. Akibat pekerjaan pemotongan bukit tempat berdirinya Tower Jaringan Transmisi itu jadi terganggu dan pihak PLN Batam langsung membongkar Tower Jaringan Transmisi dan mendirikan Tower sementara.

Menurut narasumber yang terpercaya mengatakan kepada Redaksi Detik Global.Com, seluruh tanah pemotongan bukit itu dilakukan AB, dan masalah kerugian pemindahan Tower Jaringan Transmisi PLN itu sudah dibayarkan AB ke pihak PLN Batam, kalau masalah harganya yang info yang saya tau satu Tower diganti sebesar Rp. 900.000.000,- (sembilan ratus juta rupiah), sementara Towernya sudah tiga yang dibongkar dan Tower sementara tiga juga yang berdiri, kalo jumlah towernya ada lima yang sudah di bayar AB. Kalau jumlah uangnya cukup abang kalikan sajalah, kalau abang kalikan abang sudah tahu berapa jumlahnya, pokoknya sudah M lah bang jumlah uangnya.

Ketika Detik Globalnews.Com melakukan investigasi kelapangan, seorang laki – laki mendatangi Detik Globalnews.Com, dan langsung bertanya, bapak dari PLN ya ?, dan Detik Globalnews.Com menjawab, oh tidak kami dari wartawan, dan bapak itu langsung mengatakan bahwa dia seorang Ketua RT yang juga menjaga Tower PLN ini, dan dianya mengatakan kapasitasnya hanya dipekerjakan PLN untuk menjaga Tower ini, tugas saya hanya memberikan laporan kepada PLN apabila keadaan Tower ada masalah, selain itu bukan tugas saya, biar lebih jelas bapak bisa langsung kekantor PLN untuk mendapatkan informasinya.

Masih dikatakan Ketua RT, kalau masalah berdirinya Tower di lokasi lahan kavling warga, itu sudah seizin yang punya kavling, kalau masalah konpensasinya untuk pemilik kavling jumlahnya saya tidak tahu, yang jelas adalah uang konpensasinya, kalau Tower yang berdiri yang sudah dipindahkan itu hanyalah Tower Sementara dengan jangka waktu enam bulan, dan itupun Tower ini sudah habis masa perjanjiannya.

Tower sementara itu sudah hampir tuju bulan berdiri, padahal perjanjian hanya enam bulan saja, dan kami pun sudah ada rasa khawatir melihat Tower sementara ini, karena seling penopang Tower sudah mulai karatan, kalu sudah begini bisa putus selingnya dan Towernya tumbang, kalau tumbang kan bahaya, bisa bapak lihat bukit itu, kan sudah longsor karna longsor itulah maka pihak PLN memindahkan Tower yang tiga itu, dan mendirikan Tower sementara, namun sudah tujuh bulan bukit itu sampai sekarang belum dipotong, begitu kemarin mulai dikerjakan pemotongan ada keributan yang bertikai katanya pemilik lahan, dan yang saya dengar untuk melanjutkan pekerjaannya langsung diambil alih pihak PLN.

Kalau terjadinya keributan itu saya tidak tahu permasalahan apa sebenarnya, dan yang mengerjakan pemotongan bukit itupun saya tidak tahu Perusahaan mana yang mengerjakannya dan tanah itupun saya tidak tahu kemana dibuang, yang jelas pemotongan tidak jalan maka pihak PLN langsung akan mengerjakannya karena perjanjian dengan pemilik kavling sudah habis, ujar ketua RT itu.

Ketika permasalahan ini dikonfirmasi kepihak PLN melalui WhatsApp (WA) Bukti Panggabean yang selaku Manager Public Relation Bright PLN Batam mengatakan, kondisi tiang transmisi tersebut sedang ada pekerjaan pemindahan kabel transmisi ke tower emergency yang sudah dibangun sebelumnya. dan Tahap berikutnya PLN Batam sedang melakukan pemotongan tanah untuk membangun tiang transmisi parmanen, Dia menambahkan bahwa kabel tersebut sesuai foto yang didapat sudah tidak bertegangan ” terang Bukti Panggabean.

Dan Bukti Panggabean menambahkan untuk pekerjaan pemotongan bukit itu sudah memiliki izin Cut and FIll yang telah diterbitkan BP Batam, ketika diperjelas Detik Globalnews.Com hal tanggal berapa izin Cut and Fillnya diterbitkan BP Batam dan tanggal berapa berakhirnya?, namun sangat disayangkan Bukti Panggabean tidak bisa membuktikan dan mempertanggungjawabkan izin yang dikantonginya dari pihak BP. Batam, karena Bukti Panggabean tidak mau menjawab apa yang dikonfirmasih Detik Globalnews.Com.

Ada dugaan terjadinya gangguan Jaringan Transmisi ini mengakibatkan pasokan listrik untuk keperluan Batam terganggu juga, dengan jelas terjadi sampai saat ini PLN Batam selalu melakukan pemadaman bergilir.(ss/Jhonner)

Detik Video