BP BATAM : BIDANG PENGALOKASIAN LAHAN BERDALIH

BATAM,DETIKGLOBALNEWS.com – Terkait pengalokasian lahan yang telah di berikan BP Batam kepada PT.Dharma Kemas Berganda menjual lahan/kavling kepada masyarakat Kampung Belimbing dengan harga Rp 285000/m2 s/d Rp 700.000/m2 menuai polemik di tengah – tengah masyarakat khususnya di golongan para pengusaha, dimana pemanggilan/undangan rapat di kantor BP Batam terkesan tebang pilih.

Salah seorang pengusaha yang tidak bersedia namanya di publikasikan mengatakan, Kalau memang benar ada perusahaan yang mendapatkan pengalokasian lahan dari BP Batam dan sampai saat ini belum juga melakukan pembangunan,dan kemudian lahan tersebut dijual dengan berbentuk kavling sesuai luas bangunan rumah milik warga menurut saya perusahaan tersebut sangat di istimewakan oleh BP Batam dibandingkan dengan perusahaan lain.

” Jika kita mengkaji ulang pembayaran Uang Wajib Tahunan Otorita Batam (UWTO) yang disetorkan oleh pihak perusahaan kepada BP Batam, saat itu mungkin masih di angka 43.000/m2, kemudian warga sendiri yang melakukan penataan, membangun rumah sendiri alias bukan bangunan Developer, dan kemudian segala pembangunan infrastruktur jalan dan saluran parit di danai oleh APBD kota Batam, setelah itu perusahaan yang mendapatkan pengalokasian lahan menjual tanah/kavling kepada masyarakat dengan harga Rp 285000/m2 s/d Rp.700.000/m2.Tentu keuntungan yang akan diperoleh sangat luar biasa, belum lagi biaya pengurusan sertipikat di kantor BPN kota Batam jika benar seperti kata warga pembayaran retribusinya di hitung dengan harga Rp 173.000/m2 jika hal itu terjadi tidak tahu lagi berapa besar keuntungan yang diperoleh perusahaan tersebut ” ungkapnya.

Masih kata dia, beberapa tahun yang lalu saya juga telah mendapatkan pengalokasian lahan di daerah Bengkong, sementara lahan yang di berikan oleh BP Batam kondisinya persisi seperti lahan di Kampung Belimbing,fakta dilapangan bangunan rumah penduduk sudah padat yang dibangun permanen dan tertata dengan rapi.Padahal waktu itu saya sendiri sudah membayar UWTO selama 30 Tahun, mau tidak mau saya harus meminta kepada BP Batam supaya dicarikan/dialokasikan lahan di tempat lain saja,terangnya.

” Bagaimana pula perusahaan yang telah memenuhi panggilan BP Batam, jika terjadi letak persoalan yang sama seperti lahan di Kampung Belimbing apakah semua perusahaan di perbolehkan menerapkan sistem seperti itu menjual tanah/kavling kepada masyarakat ” tanya beliau lagi.

Tim media ini pun mencoba menggali informasi diseputaran pegawai di BP Batam, Bapak Asroni yang di ketahui salah satu tim ahli di kantor tersebut menyampaikan pesan, supaya jelas dan tidak menimbulkan kekeliruan, ditanyakan langsung kepada kantor lahan dengan membawa data – data nya.

” Saya sudah hubungi kantor lahan, dan untuk hal yang bapak sampaikan bisa menghubungi untuk permasalahan alokasi di Nomor : 081536034…” pintanya.

Ketika tim media ini dari gruop Asossiasi Media dan Jurnalis Online Indonesia (Amjoi) menghubungi nomor tersebut dan meminta untuk dijadwalkan pertemuannya di kantor BP Batam menjelaskan ” bisa kita jadwalkan waktunya ya…” prihal Kmpung Belimbing sudah disampaikan via pak Asroni ya…pak, melalui pesan singkatnya.

Beberapa hari kemudian dari tim media ini mencoba menghubungi nomor tersebut, untuk mempertanyakan jadwal pertemuan dari BP Batam bidang pengalokasian lahan terkait lahan di Kampung Belimbing terkesan berdalih dan menjawab, izin menyampaikan, akun whatsapp ini hanya untuk penyampaian informasi kepada warga atau badan hukum yang sedang proses perizinan di BP Batam.

” Apabila ada permohonan informasi dari selain pemohon perizinan sebaiknya menghubungi bagian humas BP Batam, karena SOP membatasi bahwa informasi resmi dari satu pintu yaitu bagian humas BP Batam ” tutupnya.(ss/amjoi)

Detik Video

BANNER