ARIFIN NASIR : “PERUSAHAAN PENERBIT SERTIFIKAT LAIK OPERASI DI KOTA BATAM ADA 3”

Batam, Detik Global News.com – Pemerintah pusat melalui Menteri ESDM telah menunjuk 3 (Tiga) lembaga di Kota Batam perusahaan sebagai penerbit Sertifikat Laik Operasi (SLO) untuk ketenagalistrikan, hanya saja apakah hal ini sudah berjalan sesuai dengan amanat undang – undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang ketenagalistrikan ?

Arifin Nasir Siregar dari perusahaan Konsuil saat di konfirmasi awak media ini menjelaskan bahwa sekarang perusahaan penerbit SLO di Kota Batam ada 3 termasuk kita, jadi konsuil itu bekerja sesuai dengan undang undang Nomor 30 Tahun 2009.

“Secara prosedurnya KwH atau meteran listrik di pasang oleh PT Bright PLN Batam seharusnya ada dulu Sertifikat Laik Operasi (SLO) milik calon konsumen/pelanggan listrik, kalau tidak ada tentu KWH (Meteran) listrik tidak boleh di pasang”kata Arifin pada media ini.

Dia menambahkan, Waktu dulu masih sendiri Konsuil, sebelum ada saingan yang lain kita sudah tetap kan tanpa SLO itu Kwh tidak boleh di pasang dan itulah yang terjadi di konsuil sampai saat ini.

Pada tahun 2013 keluar yang baru dimana di anggaplah Konsuil ini persaingan usaha, karena dulu sekretaris menteri tidak bisa masuk, lalu buka lah yang baru ini persaingan usaha sendiri, tentu monopoli kan dan muncul lah PPILN dan sekarang ada Jasarindo yang dulu nya semacam badan dan sekarang menjadi perusahaan (PT) dan ada 7 (Tujuh) di Indonesia sementara di Kota Batam baru 3 (Tiga)perusahaan,cetusnya.

Pada kenyataannya setelah itu undang – undang yang sebelumnya ada denda 500 juta, sekarang tanggung jawab semua dan termasuk PLN nya dan setelah itu di hapuskan dan disitulah ada maneger area Batam centre, Imperium, di Nagoya, Tiban dan satu lagi di Batu Aji.

Kalau kita di Konsuil ini apapun ceritanya kalau pas nya tidak ada tidak akan bisa kelapangan, cuma yang menjadi masalah di lapangan itu PLN ini kan sabcon kan nih…dari instlasi berapa milli padahal instlasinya belum beres atau SLO nya belum ada.

Nah…saya mohon maaf untuk PPILN dan Jasarindo ini saya tutup mata lah yang penting bagi mereka bayar SLO dan SLO ini jadi, karena saya dapat info dan belum bisa saya pastikan, ungkapnya pada media ini.

“Kalau Konsuil kita komitmen kalau dulu kita dapat pelanggan mencapai 800/perhari, bulan lalu sekitar 400 pelanggan”kata Arifin lagi.

Dengan 400 pelanggan itu pun karyawan kami saat ini 11 orang kadang kurang dan kadang kita tidak bergaji, karena adanya saingan kami tadi yaitu PPILN dan Jasamerindo tadi, karena PLN maksimal 1000/bulan sementara perusahaan yang menaungi seperti ini kan ada 3 di Kota Batam, kalau sendiri dulu enak dan ketat, ungkapnya.

“Tidak ada bagi zona/wilayah dan tergantung kita aja karena kontraktor – kontaktor dulunya nih banyak mafia, mereka gabung disini tetapi di instruktur tidak bisa, cetusnya.

Dalam hal ini ada peluang baru ke PLN itu bukanlah mereka maka nya seperti PPILN & Jasarindo kantornya pun kita tidak tahu dimana, tanya beliau.

“Ya…pindah – pindah terus, Sama seperti tahun lalu saat audit dari Menteri ESDM turun tuh…diambil acak data kita yang keluar SLO, mana bulan ini tanya ke kita ada 300 dan yang diambil 10 contoh lalu di survei kelapangan dan baru di periksa apakah standar atau tidak dan Konsuil itu standar.ungkapnya.

Saat itu saya singgung juga gimana dengan perusahaan yang lain yang membidangi SLO apakah di lakukan audit data di lapangan dan saat itu beliau senyum aja.

“Kalau kita bicara gitu mengapa di paksakan keluar KWH (meteran) tanpa SLO, kalau kami sekarang paksakan seperti itu akan lari semua pelanggan dari kami, cetusnya.

Banyak kejadian keluar KWH (meteran) listrik tidak sesuai dengan SLO dan tidak enak kita melaporkan nya, kata Arifin lagi.

Kalau Konsuil tetap melakukan apabila dia tidak standar pada Kuil, contoh dua kabel instlasi listrik di pasang, harusnya 3 kabel dan itu tidak boleh atau tidak ada grounding, SLO nya tidak kita keluarkan dan kita lakukan pending, ujarnya.

Banyak konsumen di Kota Batam ini tau nya listrik nyala, lalu di bayar dan kami bukan seperti itu dan harus pemasangan jaringan instlasi listrik yang standar, ungkapnya lagi.(SS)

Detik Video