AKIBAT PEMBENGKAKAN UTANG PIUTANG, IJAZAH TERTAHAN DI SEKOLAH

BATAM,DETIKGLOBALNEWS.com – Harapan sebagai orang tua sangatlah berkeinginan bisa menyekolahkan anak – anaknya sampai setinggi tingginya, tetapi dengan keadaan orang tua tidak mampu/miskin ijazah pun harus tertahan disekolah.

Salah seorang orang tua murid berinisial STR,dimana anaknya lulusan dari sekolah SMK WIDYA 3 Batam pada tahun 2016, menceritakan keluh kisahnya pada media ini jumat(4/8/2017) mengatakan, pada awalnya saya punya niat untuk membayar uang sekolah (SPP) yang belum terbayarkan, saat saya mendatangi pihak kepala sekolah SMK WIDYA 3 Batam dia mengatakan bahwa tidak menerima pembayaran utang piutang dengan cara mencicil.

Setelah sekian bulan lamanya saya kembali mendatangi sekolah SMK WIDYA 3 Batam untuk melunasi segala biaya yang tertunggak selama ini, hanya saja disaat saya hendak membayar ternyata angka berubah terjadi pembengkakan biaya tidak sesuai yang disampaikan oleh pihak sekolah sebelumnya.

” Katanya ada biaya ” denda ” karena uang yang saya bawa tidak mencukupi dan pihak sekolah juga tidak mau menerima pembayaran dengan cara mencicil saya pun meninggalkan sekolah tersebut ” ucapnya.

Ketika awak media ini mendatangi sekolah SMK DIDYA 3 Batam dan bertemu kepala sekolah ibu Nurma mengatakan saya tidak tahu, nanti biar di cek dulu mungkin hari Senin dicarikan dulu ada atau tidak dan bagaimana terus permasalahan orang tuanya seperti apa keluhannya apa agar dicatat disini.

” Biaya untuk menebus ijazah tidak ada disi,saya tidak bisa memberikan jawaban apapun itu karena kita harus periksa dulu semua, maksud kedatangan ini bagaimana ya…pak sepertinya mau memojokan sekolah.Saya kan tidak tahu ini dan saya masih baru menjabat kepala sekolah dan saya tau tanggung jawab saya dan serah terima tidak ada buat saya.

Jadi apapun itu dan apa keluhannya orang tuanya suruh datang dan jangan malah wartawan yang datang.Kalau memang ada nama siswa tersebut disekolah ini kita akan rincikan semuanya dari mulai kelas satu sampai kelas dua belas besok hari Senin bisa merincikan semuanya karena saya tidak bisa berkata apa apa kalaupun ini benar ” ucapnya.

Kemudian pada hari Jumat (4/8/2017) pihak sekolah SMK WIDYA 3 Batam memberikan rincian utang piutang yang menyebabkan ijazah anak bisa tertahan dengan rincian sebagai berikut :
– Tanggal 12 November 2015 Pembayaran Daftar ulang (DU) Rp.1.080.000.-
– Tanggal 18 November 2015 Pembayaran Formulir Rp. 100.000,-
– Tanggal 06 Desember 2016 Pembayaran SPP Des 2015 Rp.380.000, + Januari 2016 Rp.220.000,- jumlah Rp.600.000,-
– Tanggal 31 Januari 2016 Pembayaran SPP Bulan Februari 2016 Rp.380.000,-
– Tanggal 21 Maret 2016 Pembayaran kekurangan SPP Bulan Januari Rp.160.000,- + SPP Bulan Maret Rp.280.000.-

TUNGGAKAN
– Sisa tunggakan SPP untuk Bulan Maret 2016 Rp. 100.000,-
– Tunggakan SPP April – Juni 2016 x 380.000.- Rp.1.140.000,-
– Tunggakan Pemantapan + UKK Rp.1.615.000

Total utang piutang sebelum lulus Rp.2855.000,-

Setelah lulus siswa pihak orang tua murid membayar

– Cicilan pada tanggal 23 Juni 2016 sebesar Rp.660.000
– Cicilan Pada tanggal 31 Mei 2016 Rp.200.000

Sisa utang piutang keseluruhan Rp.1.995.000,-

Sementara orang tua siswa membantah rincian utang piutang yang diberikan oleh pihak sekolah, dimana beliu menegaskan bahwa pada tanggal 27 Juni 2016 saya melakukan pembayaran sebesar Rp.900.000,- dan sisa tunggakan saat itu di catatkan di balik kertas kwitansi dengan nilai sebesar Rp.1.4i5.000,-

Sementara pada bulan Juli 2017 baru – baru ini saya mendatangi pihak sekolah dan mereka memberikan rincian utang piutang saya sebagai berikut : Sisa tagihan bulan lalu sebesar Rp.1.935.000,- + Denda Rp.100.000,

Pada bulan Agustus 2017 terjadi perubahan lagi dimana pihak sekolah kembali menerbitkan utang piutang saya dengan nilai Rp. Rp.1.995.000,- tentu saya merasa kaget dan tidak terima atas biaya – biaya tersebut hingga saat ini ijazah anak saya masih ditahan oleh pihak sekolah, ungkapnya.(tim)

Detik Video

BANNER